Korban Ketinting Tenggelam Ditemukan 4,6 Km dari TKP di Sungai Belayan

Korban kecelakaan ketinting bocor di Sungai Belayan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 4,6 kilometer dari titik awal tenggelam. (Humas Polres Kukar/Niaga.Asia)

KEMBANG.JANGGUT.NIAGA.ASIA – Seorang pria berinisial H, korban kecelakaan perahu ketinting bocor dan tenggelam di Sungai Belayan, Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 4,6 kilometer dari lokasi kejadian.

Pria berusia 39 tahun ini ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Senin subuh (27/4/2026) sekitar pukul 03.30 WITA, setelah sebelumnya adanya laporan dari warga yang melihat jasad mengapung di perairan Sungai Belayan, tepatnya di kawasan Nangka Jawa.

Koordinator Lapangan (Korlap) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, menjelaskan, penemuan korban berawal dari informasi masyarakat yang melintas di lokasi tersebut.

“Penemuan itu laporan warga. Ada warga lewat, melihat korban, kemudian dipinggirkan dan diamankan, lalu menghubungi kami. Setelah itu tim langsung melakukan evakuasi,” ujarnya, Senin siang (27/4/2026).

Berdasarkan data tim SAR, korban ditemukan pada koordinat 0°2’36.00″N 116°26’40.76″E atau sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP). Eko menyebut, arus deras menjadi faktor utama korban terbawa hingga beberakpa kilometer.

“Kalau kendala di lapangan tidak ada. Hanya arus deras saja. Sungai Belayan ini seperti pantai, jarang ada dahan atau pohon untuk tempat korban tersangkut,” jelasnya.

Peristiwa ini kata Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, bermula pada Senin dini hari pukul 03.30 WITA. Dua orang saksi, yakni T (34) dan A (29), berada di sekitar perairan Nangka Jawa. Keduanya melihat sesosok jasad mengapung dalam posisi telungkup.

Pihak kepolisian pun melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mendatangi titik lokasi kejadian, mengumpulkan bahan keterangan, hingga memeriksa saksi-saksi.

Korban diketahui mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Sama Indah’ dan celana panjang cokelat. Menyadari hal tersebut, kedua saksi segera menghubungi pihak terkait, termasuk tim SAR, BPBD, dan Polsek Kembang Janggut.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan sekitar pukul 03.20 WITA langsung bergerak menuju lokasi. Dalam waktu singkat, korban berhasil dievakuasi pada pukul 03.30 WITA.

Setelah proses evakuasi, jenazah langsung dibawa ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Setelah ditemukan subuh, korban langsung dibawa, dimandikan, disalatkan, dan segera dimakamkan oleh keluarga,” terangnya.

Dengan ditemukannya korban, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 06.45 WITA dan mengusulkan penutupan operasi pencarian.

Seluruh unsur yang terlibat, seperti Pos SAR Samarinda, BPBD Kukar, aparat kepolisian, TNI, hingga relawan dan warga, dikembalikan ke satuan masing-masing dan kembali ke status siaga.

Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sungai diimbau agar lebih berhati-hati meski sudah terbiasa.

“Biasanya karena sudah rutinitas, masyarakat merasa tidak berbahaya. Tapi tetap harus waspada. Pastikan kondisi perahu aman agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: