Laba Palma Serasih Melonjak 26,3 Persen, Kantongi Rp442,8 Miliar di 2025

Kebun sawit PT Salma Serasih Tbk (Foto istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA — PT Palma Serasih Tbk (PSGO/Perseroan) mencatat laba bersih Rp442,8 miliar sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini melesat 26,3 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan perolehan tahun 2024 senilai Rp350,6 miliar.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Perseroan Astrida, Niovita Bachtiar menjelaskan, peningkatan produktivitas perkebunan dan disiplin ketat dalam pengelolaan biaya operasional menjadi faktor utama pertumbuhan itu.

“Capaian positif ini didorong oleh peningkatan produktivitas serta disiplin dalam pengelolaan biaya operasional, di tengah dinamika industri kelapa sawit global,” kata Astrida dalam keterangan tertulis diterima niaga.asia, Rabu 29 April 2026.

Dari sisi operasional, Palma Serasih mencatatkan volume produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebanyak 355,2 ribu ton. Hasil panen itu kemudian dikonversi menjadi 140,2 ribu ton minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Tingkat produktivitas lahan perusahaan juga berada di angka yang kompetitif, yakni 17,8 ton TBS inti per hektar. Astrida menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari konsistensi manajemen dalam menerapkan standar operasional yang ketat.

“Pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, efisiensi operasional, pengelolaan aset yang optimal, serta komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, PT Palma Serasih telah menetapkan target pertumbuhan yang berfokus pada ekspansi usaha secara selektif.

Perusahaan yang telah mengelola lebih dari 28 ribu hektar lahan di Kalimantan Timur ini berkomitmen memperkuat implementasi program keberlanjutan di seluruh lini bisnis dengan fokus konsistensi pada penerapan praktik agrikultur terbaik, dan penguatan implementasi program berkelanjutan dalam seluruh kegiatan operasional.

Dalam aspek lingkungan, perusahaan juga mengalokasikan area bernilai konservasi tinggi untuk dilindungi, termasuk kolaborasi pengelolaan bentang alam di Kawasan Wehea-Kelay di Kutai Timur.

“Kami menjalankan komitmen keberlanjutan melalui kebijakan tanpa deforestasi dan bekerja sama dengan organisasi seperti Borneo Orangutan Survival Foundation untuk rehabilitasi habitat orangutan,” ujarnya.

Perusahaan juga memperkuat aspek sosial melalui kemitraan petani plasma yang telah dirintis sejak 2009, yang terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui dukungan infrastruktur dan sektor pendidikan di sekitar wilayah operasional.

Untuk menjamin standar produk, Palma Serasih telah mengantongi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk kebun inti dan kebun plasma serta sertifikasi internasional lainnya seperti International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan Green Gold Label (GGL).

“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari kepatuhan, melainkan fondasi dalam setiap pengambilan keputusan strategis kami. Kami berkomitmen terus menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi masyarakat dan lingkungan,” demikian Astrida Niovita Bachtiar

Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi

Tag: