
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Taman Tanjong, ruang publik yang biasanya menjadi tempat bersantai masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar), mendadak berubah menjadi lokasi prosesi resmi pemerintahan, Rabu sore (29/4/2026). Di tempat inilah, 119 pejabat pengawas eselon 4 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dilantik.
Pelantikan yang digelar di ruang terbuka ini menjadi pemandangan tak biasa. Di tengah aktivitas masyarakat di sore hari, prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung sebagai bagian dari upaya menghadirkan transparansi dalam birokrasi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut bahwa pemilihan Taman Tanjong sebagai lokasi pelantikan merupakan langkah untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
“Kita ingin pemerintah daerah terbuka terhadap publik, baik dari segi kerja maupun informasi. Dengan dilaksanakan di taman ini, masyarakat bisa melihat langsung proses pelantikan, mutasi, dan rotasi yang kita lakukan,” ujarnya.
Lebih dari seratus orang pejabat yang dilantik merupakan pejabat pengawas atau setingkat eselon IV. Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah penyegaran organisasi melalui mutasi dan rotasi di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Aulia, rotasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja aparatur serta menciptakan iklim kerja yang lebih sehat dan produktif.
“Harapan kita, teman-teman para pejabat pengawas bisa bekerja lebih baik lagi. Iklim organisasi menjadi lebih baik dan pengabdian kepada masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan hubungan yang baik dengan media. Ia mengingatkan para pejabat untuk tidak bersikap tertutup terhadap jurnalis.
“Kami menghimbau agar pejabat publik tidak alergi terhadap jurnalis. Justru media-media inilah yang menjadi mitra kita semua dalam menyampaikan kinerja pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Aulia juga mendorong lahirnya inovasi dari para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa inovasi harus menjadi inisiatif, bukan sekadar menunggu perintah.
“Rajin-rajinlah melakukan inovasi. Jangan menunggu disuruh dulu baru bergerak,” pesannya.
Dorongan inovasi itu juga berkaitan dengan target Pemerintah Kabupaten Kukar untuk kembali meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) setelah sebelumnya sempat absen.
“Kita berharap tahun ini Kukar bisa kembali menjadi salah satu pemenang Innovative Government Award,” tutupnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Pemkab Kukar