Sinergi Pemkab dan Swasta, Nikah-Isbat Massal Kukar Fasilitasi 65 Pasangan

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, berfoto bersama pasangan peserta nikah massal di MPP Kukar, Rabu siang (29/4/2026).(Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Program nikah dan sidang isbat pernikahan massal yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kukar, Rabu (29/4/2026), menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pelayanan publik.

Kegiatan ini berhasil memfasilitasi sebanyak 65 orang pasangan, terdiri dari 62 pasangan mengikuti sidang isbat dan tiga pasangan melangsungkan pernikahan baru. Seluruh rangkaian acara berlangsung di MPP Kukar sejak pukul 08.00 WITA.

Dikatakan Kepala DPMPTSP Kukar Alfian Noor, bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan sekitar 10 perusahaan, baik dari BUMD maupun perbankan, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Alhamdulillah kegiatan hari ini kita di-support oleh sekitar sepuluh perusahaan. Ini bentuk kolaborasi yang luar biasa, sehingga kegiatan nikah dan sidang isbat ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, meski tidak memiliki alokasi anggaran khusus, kegiatan tersebut tetap dapat berjalan berkat kolaborasi lintas sektor yang turut menanggung berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi, transportasi hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Semua kita fasilitasi dari awal sampai akhir, mulai dari penjemputan peserta nikah massal menggunakan bus Pemda, konsumsi, hingga souvenir dan foto booth sebagai kenang-kenangan. Tidak ada yang berbayar,” jelasnya.

Mayoritas peserta berasal dari Kecamatan Loa Janan, yakni Desa Batuah, Luwar Jaya, dan Tani Bakti, yang dikoordinasikan oleh KUA setempat. Sementara tiga pasangan nikah baru berasal dari Tenggarong.

Alfian juga mengungkapkan bahwa kebutuhan layanan isbat pernikahan di Kabupaten Kukar masih cukup tinggi. Berdasarkan koordinasi dengan Pengadilan Agama, jumlah pasangan yang belum memiliki legalitas pernikahan diperkirakan mencapai ribuan.

“Ini di luar ekspektasi kami, ternyata masih banyak warga kita yang belum melaksanakan isbat nikah. Ke depan, program ini akan terus kita dorong agar bisa menjangkau lebih banyak warga,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Saya tahu kegiatan ini tidak ada anggarannya di DPA. Tapi dengan kolaborasi semua pihak, terutama badan usaha, kegiatan ini tetap bisa terlaksana,” bebernya.

Ia menilai sinergi antara pemerintah dan perusahaan melalui CSR menjadi solusi agar program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kukar tetap berjalan, meskipun di tengah efisiensi anggaran.

“Sebesar apa pun masalah kita, ketika kita berkolaborasi, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.

Selain memberikan manfaat administratif bagi pasangan, kegiatan ini juga berdampak pada sektor ekonomi lokal. Dinas Koperasi turut menghadirkan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara untuk memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung yang mencapai ratusan orang.

Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Bahkan, setelah informasi kegiatan ini viral di media sosial, tercatat sekitar 100 warga dari Tenggarong telah terverifikasi ingin mengikuti program serupa berikutnya.

Pemkab Kukar berharap, kolaborasi dengan dunia usaha ini dapat terus berlanjut dan menjadi model dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif, gratis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi amal ibadah untuk kita semua,” tutupnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: