
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengajukan sedikitnya sepuluh usulan di sektor pendidikan dalam Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Kamis (30/4/2026).
Dari total 36 usulan yang disampaikan Kukar, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama, dengan mayoritas program yang diajukan masih didominasi kebutuhan infrastruktur sekolah.
Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, M. Iryanto, menyebut bahwa seluruh usulan yang diajukan telah melalui proses pencermatan dan diselaraskan dengan tema pembangunan provinsi.
“Di Kutai Kartanegara, kami memiliki usulan yang merupakan super prioritas. Dari total itu, ada 10 usulan di bidang pendidikan, satu di bidang kesehatan, dan 25 di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang,” ujarnya.
Kebutuhan pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan kata dia, masih menjadi persoalan mendasar di Kukar. Sejumlah sekolah bahkan berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah rencana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMA Negeri 4 Tenggarong di Desa Loa Tebu. Selama ini beber dia, proses belajar mengajar di sekolah tersebut masih menumpang di gedung SDN 006 Loa Tebu karena fasilitas yang terbatas.
“Kondisi ini tentu tidak ideal, apalagi jumlah ruang kelas yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah siswa,” jelasnya.

Selain pembangunan sekolah baru, Kabupaten Kukar juga mengusulkan rehabilitasi ruang kelas di sejumlah sekolah, seperti SMAN 2 Tenggarong, SMKN 1 Tenggarong, dan SMKN 2 Tenggarong.
Kerusakan yang terjadi tidak hanya bersifat ringan, tetapi sudah masuk kategori berat, seperti lantai yang mengalami penurunan, dinding retak parah, hingga bangunan yang rawan kemasukan air saat hujan.
Tak hanya itu, pembangunan ruang kelas baru juga diusulkan untuk mengatasi keterbatasan daya tampung siswa yang terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini dinilai berdampak pada belum optimalnya proses pembelajaran di sejumlah sekolah.
Kukar juga mengajukan pengadaan mebel berupa meja dan kursi untuk siswa yang dinilai sudah tidak layak pakai lagi, serta peningkatan sarana dan prasarana praktik di SMK, khususnya yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Menurut Iryanto, perbaikan infrastruktur pendidikan ini menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan sumber daya manusia, termasuk mencetak generasi unggul di masa depan.
“Kita tidak ingin menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, kondisi bangunan yang membahayakan ini harus segera ditangani,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengakui bahwa persoalan kekurangan dan ketidaklayakan sekolah ini masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, termasuk Kukar.
“Masih sangat banyak kekurangan sekolah. Bahkan ada yang kondisinya tidak layak dan membahayakan keselamatan siswa,” tegasnya.
Ia juga meminta dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Ketua Komisi X DPR RI, untuk membantu percepatan penanganan persoalan infrastruktur pendidikan di Kaltim.
“Kebetulan ini ada Ketua Komisi X DPR RI Bu Hetifah, tolong dibantu ini Bunda. Pendidikan gedung sekolah baru rusak berat tadi ini sudah disampaikan,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: Pendidikan