Anggaran Terbatas, Proyek Sekolah Terpadu Islamic Center Balikpapan Ditunda

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA — Rencana pembangunan kawasan sekolah terpadu di area Islamic Center Balikpapan dipastikan belum bisa direalisasikan pada tahun 2026.

Kebijakan penghematan anggaran yang diterapkan pemerintah daerah menjadi faktor tertundanya proyek itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengungkapkan, pada tahun 2026, pembangunan sektor pendidikan lebih difokuskan ke wilayah Balikpapan Utara.

Sementara itu, proyek sekolah terpadu yang sebelumnya direncanakan di kawasan Islamic Center harus ditunda untuk sementara waktu.

“Untuk tahun 2026, prioritas pembangunan ada di Balikpapan Utara. Sedangkan proyek sekolah terpadu di Islamic Center belum bisa dilaksanakan,” kata Gasali, Senin 4 Mei 2026.

Dia menjelaskan, konsep sekolah terpadu itu sejatinya dirancang sebagai kawasan pendidikan lengkap yang mencakup berbagai jenjang, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Tak hanya itu, pengembangan juga direncanakan hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA) melalui dukungan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi.

“Untuk SMA kemungkinan bisa mulai tahun ini sesuai informasi yang kami terima. Namun untuk jenjang lainnya masih harus menunggu,” jelasnya.

Meski demikian, Gasali berharap proyek tersebut tidak berhenti sepenuhnya dan dapat kembali masuk dalam agenda pembangunan pada tahun 2027, seiring dengan membaiknya kondisi keuangan daerah.

“Kami berharap di 2027 proyek ini bisa dilanjutkan kembali, tentu dengan melihat kondisi fiskal daerah ke depan,” tambahnya.

Sebelumnya, kawasan Islamic Center Balikpapan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan terpadu yang mampu menyediakan akses pendidikan berkelanjutan dalam satu kawasan, mulai dari jenjang dasar hingga menengah atas.

Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut harus ditunda sementara. Pemerintah daerah juga diharapkan tetap menjaga komitmen dalam pembangunan sektor pendidikan di tengah upaya efisiensi anggaran yang sedang dilakukan.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: