
BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pertamina Patra Niaga merespons keluhan para sopir truk terkait kesulitan mereka memperoleh BBM jenis solar di Balikpapan.
Keluhan itu disampaikan melalui aksi protes ratusan sopir truk bersama aliansi mahasiswa di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin 4 Mei 2026 sore.
Mereka menilai antrean panjang yang mencapai berhari-hari bukan sekadar persoalan kuota, tetapi juga lemahnya pengawasan distribusi.
Sales Area Manager Kalimantan Timur dan Utara, Narotama Aulia Fazri, Pertamina menyatakan siap melakukan sejumlah langkah untuk membantu mengurai antrean panjang di SPBU.
Narotama menjelaskan, penyaluran BBM subsidi pada dasarnya mengacu pada kuota yang telah ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, yakni sekitar 20 ribu kilo liter per tahun untuk wilayah Balikpapan. Karena itu, distribusi tidak bisa dilakukan secara bebas di luar ketentuan itu.
“Kami pada prinsipnya mendukung kebutuhan masyarakat, tapi tetap harus mengikuti kuota yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pertamina menyatakan kesiapannya mengoperasikan dua SPBU di kawasan KM 13 dan KM 15 selama 24 jam penuh.
Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan antrean yang selama ini terjadi, sembari menunggu usulan penambahan kuota dari pemerintah daerah yang nantinya akan dievaluasi oleh BPH Migas.
Koordinator sopir truk, Mahyudin, mengungkapkan para pengemudi harus menunggu hingga tiga hari untuk mendapatkan solar di SPBU KM 13 dan KM 15.
Menurutnya, hal ini memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kalau pengawasan ketat, antrean tidak akan separah ini,” tegas Mahyudin.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari penindakan tegas terhadap oknum penimbun solar, penambahan SPBU di titik baru, hingga prioritas distribusi bagi pelaku usaha lokal.
Mereka juga meminta agar SPBU tertentu kembali dioperasikan untuk mendukung kelancaran transportasi umum.
Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menilai persoalan ini perlu segera ditangani secara menyeluruh. Dia menyoroti keterbatasan SPBU yang melayani bio solar sebagai salah satu penyebab utama antrean panjang.
“Kami akan mendorong penambahan kuota dan memperluas layanan SPBU agar distribusi lebih merata,” jelas Alwi.
Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi
Tag: BalikpapanPertaminaSolar Subsidi