
JAKARTA.NIAGA.ASIA – Angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) bersifat sangat dinamis dan terus berubah seiring dengan aktivitas fiskal harian pemerintah.
Demikian klarifikasi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, mengenai mekanisme Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) di hadapan awak media dalam Konferensi Pers APBN KiTa hari ini (5/5/2026).
Menjawab pertanyaan mengenai angka SiLPA yang sempat menyentuh angka tertentu, Wamenkeu Suahasil menjelaskan bahwa SiLPA bukanlah angka statis, melainkan hasil dari selisih antara arus kas masuk dan keluar.
“SiLPA itu situasinya bahkan tiap hari itu berubah. Karena ada penerimaan masuk, belanja keluar, ada financing masuk. Jadi SiLPA-nya bergerak terus,” ujar Suahasil.
Suahasil menambahkan bahwa fluktuasi ini dipengaruhi oleh masuknya setoran pajak harian dari masyarakat dan korporasi, arus masuk dari sektor pembiayaan, serta realisasi pengeluaran pemerintah yang terjadi setiap hari.
Meskipun angka tersebut sangat dinamis, Suahasil menegaskan bahwa Kementerian Keuangan tetap konsisten melaporkan posisi SiLPA secara periodik sebagai bentuk transparansi publik.
“Setiap titik akhir bulan, kita laporkan berapa bisa menghitung SiLPA-nya,” imbuhnya.
Di akhir penjelasannya, Wamenkeu mengapresiasi ketelitian awak media dan pengamat ekonomi yang memantau detail tabel data APBN. Ia memuji kemampuan jurnalis yang kini sudah mampu melakukan kalkulasi mandiri terhadap posisi SiLPA berdasarkan data yang disajikan dalam laporan bulanan tersebut.
“Saya apresiasi teman-teman yang mengikuti APBN, bahkan yang sudah bisa menghitung dari tabel tadi berapa SiLPA APBN untuk bulan yang dilaporkan,” puji Suahasil kepada rekan-rekan media.
Sumber: Biro KLI Kemenkeu | Editor: Intoniswan
Tag: APBN