Semangat Gotong Royong Warnai Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Sangasanga

Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Gang Keluarga RT 06 Kelurahan Jawa. (Foto: Humas Polres Kukar)

SANGASANGA.NIAGA.ASIA– Satu unit jembatan lingkungan di Gang Keluarga, Jalan Kawasan RT 06, Kelurahan Jawa, Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), kini resmi dioperasikan setelah diperbaiki melalui kolaborasi antara kepolisian, perusahaan, dan masyarakat setempat.

Jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih Presisi itu diresmikan jajaran Muspika Sangasanga bersama pihak PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) dan warga sebagai simbol sinergi pembangunan berbasis kebersamaan di tingkat lingkungan.

Dijelaskan Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid, pembangunan dan peresmian jembatan ini merupakan dukungan nyata dari pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat di Kukar.

“Alhamdulillah Jembatan Merah Putih Presisi sudah diresmikan. Jembatan ini merupakan program pemerintah untuk memperbaiki arus lalu lintas baik itu bagi pejalan kaki maupun kendaraan bermotor yang menghubungkan antarwilayah,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Keberhasilan pembangunan jembatan ini kata dia, sebenarnya tidak terlepas dari kolaborasi antara Polsek Sangasanga, PT ABN, dan masyarakat Kelurahan Jawa.

Menurut Wahid, keterlibatan seluruh pihak menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur skala lingkungan dapat benar-benar diwujudkan melalui semangat gotong royong.

“Kegiatan perbaikan dan peresmian jembatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama antara Polsek Sangasanga, PT ABN dan masyarakat Kelurahan Jawa,” jelasnya.

Camat Sangasanga M Dahriansyah pun turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai bahwa keberadaan jembatan ini sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan permukiman.

“Kami dari jajaran Muspika Sangasanga sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada jajaran Polsek Sangasanga, masyarakat serta PT ABN yang telah mensukseskan program pemerintah dengan memperbaiki dan meresmikan jembatan ini,” terangnya.

Pembangunan berbasis kolaborasi seperti ini tegas Dahriansyah, menjadi contoh positif dalam mendukung pembangunan wilayah dari tingkat lingkungan terkecil.

“Kami pemerintah kecamatan sangat terbantu dengan adanya jembatan ini karena dapat membantu arus lalu lintas baik pejalan kaki maupun kendaraan bermotor,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Manajer Eksternal PT ABN Bambang Takariyanto pun mengungkapkan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang telah berjalan hampir 10 tahun.

Ia menyebut kawasan tersebut menjadi area strategis dalam pelaksanaan program sosial perusahaan.

“Adanya jembatan ini sebagai salah satu program CSR kami yang sudah berjalan hampir 10 tahun,” tuturnya.

Bambang juga menuturkan bahwa program perbaikan jembatan serupa yang dijalankan perusahaan pernah mendapat penghargaan tingkat ASEAN pada 2023.

“Tahun 2023 program perbaikan jembatan seperti ini kami laporkan di tingkat ASEAN dan alhamdulillah mendapat peringkat kedua,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara perusahaan, aparat pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Adapun perbaikan jembatan dilakukan dengan mengganti sejumlah material utama, seperti balok ulin berbagai ukuran, baut, paku ulin, semen, pasir sungai, hingga pengecatan ulang dengan warna merah putih sebagai simbol nasionalisme.

Tak hanya itu, pengerjaan jembatan juga melibatkan tenaga tukang lokal dengan dukungan swadaya dan partisipasi masyarakat sekitar.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: