Proses evakuasi korban Erwin di Sungai Mahakam oleh tim SAR gabungan, Jumat (22/5). (Foto : Tim SAR)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Erwin (40), anak buah kapal (ABK) asal Jeneponto yang jatuh dan tenggelam di Sungai Mahakam di Samarinda, Rabu (20/5) malam lalu, siang ini ditemukan meninggal dunia. Jenazahnya dievakuasi ke RSUD IA Moeis di Samarinda Seberang, untuk keperluan visum.

Keterangan diperoleh, jasad Erwin ditemukan di tumpukan sampah sungai, yang terapit 2 kapal yang bertambat. Kondisinya masih berkaos hitam. Tim SAR gabungan mengevakuasinya, dan memastikan Erwin yang dicari dalam 2 hari ini.

“Ditemukan sekitar jam 12.10 WITA, kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup,” kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, dalam penjelasan, Jumat (22/5).

Octa menerangkan, lokasi penemuan korban berjarak hingga 2 kilometer ke arah hilir, dari titik awal perkiraan dia terjatuh dari atas kapal, di perairan Mahakam di kawasan Samarinda Seberang.

Jenazah Erwin dievakuasi menggunakan rubber boat, dan ambulan relawan dari Balakarcana Seberang, menuju ke RSUD IA Moeis di Jalan AM Rifaddin. “Untuk keperluan visum,” sebut Octavianto.

Dengan ditemukannya korban Erwin, operasi pencarian Erwin yang diikuti 11 unsur SAR gabungan, mulai dari Basarnas sendiri, Polsek Pelabuhan, dan 6 satuan relawan, berakhir dan ditutup. “Semua unsur SAR kembali ke satuan masing-masing, untuk kembali bersiaga,” terang Octa.

Diberitakan sebelumnya, Erwin dilaporkan hilang diduga terjatuh dan tengelam di Sungai Mahakam, Rabu (20/5) malam sekira pukul 23.00 WITA.

Dari informasi rekan korban sekaligus saksi mata, Andi, dia pada awalnya melihat korban ke arah belakang kapal, kemudian saksi mendengar suara seperti “hantupan” dan ceburan ke air lumayan keras. Saat dicari sumber suara, hanya terlihat sisa gelombang. Diduga, Erwin tenggelam di sungai. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *