SAR gabungan saat proses evakuasi jenazah di perairan Anggana, Kutai Kartanegara, Sabtu (17/10) pagi. (Foto : HO/Basarnas)

ANGGANA.NIAGA.ASIA – Alwi (25), warga Sulsel ABK Tugboat Tanjung Pura XIX yang tenggelam di sungai Mahakam di kawasan Sungai Kapih, Samarinda, sejak Rabu (14/10) lalu, pagi ini ditemukan meninggal dan mengambang di perairan Anggana, Kutai Kartanegara. Jenazah diserahkan ke keluarga, dan operasi SAR berakhir.

Keterangan diperoleh, warga Anggana pertama kali menemukan jasad mengambang sekira pukul 08.00 WITA, saat beraktivitas di sungai. Temuan itu dilaporkan ke aparat terdekat.

“Lokasi penemuan jasad yang dilaporkan, berjarak sekitar 10,56 nautical miles, atau sekitar 20,29 kilometer dari titik awal perkiraan tenggelam,” kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, dikutip Sabtu (17/10).

Tim Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda, bersama unsur SAR gabungan lainnya, melakukan proses evakuasi jasad mengambang itu. “Tim mengevakuasi menggunakan rubber boat, dan kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjachranie,” ujar Octavianto.

Namun demikian, meski sudah tiba di rumah sakit, namun jenazah itu belum bisa langsung dipastikan adalah jenazah Alwi, yang hilang sejak Rabu (14/10). “Jenazah sulit untuk dikenali,” tambah Octavianto.

Berita terkait :

Pencarian ABK Tanjung Pura XIX yang Tenggelam di Mahakam Diperluas

Kendati demikian, usai dilakukan visum dan identifikasi tim INAFIS Polresta Samarinda, dibantu kerabat berikut teman kerja korban, akhirnya dipastikan jenazah itu adalah Alwi yang dicari 4 hari terakhir ini.

“Setelah dipastikan korban adalah Alwi, kemudian jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” terang Octavianto.

Dengan ditemukannya korban, lanjut Octavianto, operasi SAR pencarian korban pun resmi berakhir. “Operasi SAR ditutup, dan seluruh satuan yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” demikian Octavianto. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *