Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kalimantan Timur mencatatkan penambahan 90 kasus positif Covid-19 hari ini, dan 3 kasus baru pasien positif yang meninggal. Salah satunya, kembali dilaporkan di Samarinda, ada lagi jenazah pasien Covid-19 tidak dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Penambahan 90 kasus baru itu, ada di Berau 7 kasus, Kutai Timur 4 kasus, Balikpapan 30 kasus, Bontang 7 kasus, dan Samarinda 42 kasus.

“Total terkonfirmasi ada 5.446 kasus. Yang masih menunggu hasil pemeriksaan swab ada 513 kasus,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi M Ishak, dalam penjelasan virtual, Kamis (10/9).

Andi juga kembali menyampaikan 3 kasus kematian, dari pasien positif Corona. Satu kasus ada di Balikpapan, yakni berkode BPN2.267 yang meninggal 7 September 2020 di RS Bhayangkara.

“Di Samarinda ada 2 kasus. Pertama SMD1.284 meninggal 8 September di RS Dirgahayu, dan kedua SMD1.140 meninggal 3 September. Pasien SMD1.140 tidak dimakamkan seusai protokol Covid-19,” ujar Andi.

Pasien kasus Covid-19 meninggal, dan tidak dimakamkan sesuai protokol bukan hal baru. Niaga Asia mencatat, tidak kurang 6 kasus pasien dimakamkan tidak mengacu protokol Covid-19.

Info grafis kasus Covid-19 Kalimantan Timur per hari Kamis (10/9). (Sumber : Dinkes Kaltim)

“Sebagian besar kasus meninggal, didominasi usia lanjut. Kami berupaya menekan angka kematian, dengan secepat mungkin menemukan kasus, sehingga tidak sampai dalam kondisi berat, baru ditangani medis. Semakin cepat ditemukan, peluang sembuh semakin besar,” tambah Andi.

Untuk kasus sembuh, lanjut Andi, bertambah 130 kasus. Rinciannya, 2 kasus di Kutai Timur, 12 kasus di Paser, 53 kasus di kota Balikpapan, serta 63 kasus di kota Samarinda. “Total kasus sembuh menjadi 3.245 kasus,” ungkap Andi.

Dengan demikian, dari 5.446 kasus, sebanyak 230 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan yang masih dirawat 1.971 orang. Dinkes Kaltim sebagai bagian dari Satgas Covid-19, tengah menginvetarisir klaster keluarga dari kasus terkonfitmasi positif.

“Terindikasi, terjadi transmisi di dalam satu keluarga. Transmisi lokal dengan terbentuknya klaster baru, meluas dengan pesat,” demikian Andi. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *