aa
Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro. (Foto Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Perlintasan narkotika dan obat-obatan berbahaya dari Malaysia ke Indonesia melalui Kabupaten Nunukan mendapat perhatian serius dari Polda Kalimantan Utara (Kaltara) dan Polres Nunukan. Pengedar naerkoba termasuk kejahatan terhadap negara dan pengkhianat bangsa.

“Negara kita sudah darurat narkoba. Narkoba yang masuk dari Malaysia melalui Kabupaten Nunukan jumlah besar. Urusan Narkoba ini kita perhatian dengan serius,” kata Kapolres Nunukan yang baru, AKBP Teguh Triwantoro dalam press rilis hasil tangkapan BNN Kabupaten  Nunukan, Kamis (08/11/2018).

Teguh menyatakan,  pengedar narkotika adalah penghianat bangsa dan  layak disebut  musuh negara, karena akibat perbuatan muncul kerusakan pada generasi dan anak bangsa. Mantan ketua tim eksekusi  terpidana mati Freddy Budiman ini menerangkan, kejahatan narkoba telah diatur dalam Undang Undang dengan ancaman hukuman berat, namun hukuman berat tampaknya belum mampu menghentikan perbuatan jahat ini. “Saya 3 kali sebagai eksekutor napi narkotika, terakhir kali terpidana mati Freddy Budiman,” ucapnya.

Sebelum serah terima tugas baru sebagai Kapolres Nunukan menggantikan AKBP Jepri Yuniardi, Teguh mengaku mendapat perintah khusus oleh Kapolda Kaltara untuk memberantas narkoba dan tidak memberikan ampun bagi pelaku kejahatan.

Tugas berat itu akan dijalankannya dengan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instansi lain seperti BNNK, Bea Cukai dan TNI. Pemberantasan narkotika adalah tugas bersama, termasuk masyarakat. “Saya mengajak masyarakat ikut andil memberantas narkoba di perbatasan Nunukan”.

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya peredaran narkoba, Teguh yang  mantan Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda Jawa Tengah ini menghimbau bagian Resnarkoba Polres Nunukan meningkatkan pengawasan di wilayah kerja.

Hasil kerja Kapolres terdahulu, AKBP Jepri Yuniardi yang berhasil menguangkap 70 kilogram sabu selama bertugas di Kabupaten Nunukan, kata Teguh patut menjadi contoh dan ke depan hasilnya harus lebih besar. “Saya minta tangkapan sabu besar atau kecil harus dipublikasikan, jangan menunggu tangkapan besar baru press rilis,” ujarnya.

Sikap tegas memberantas narkoba di Nunukan tidak terlepas dari perintah dan atensi atensi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang menjudge bahwa pemain narkoba adalah salah satu model pengkhianat Bangsa dan butuh tindakan khusus bagi mereka. “Saat ini di Indonesia ada 200 lebih terpidana mati narkoba yang tengah menunggu eksekusi,” ungkapnya (002)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *