akp
Kapolsek KSKP Nunukan, AKP Eka Berlin saat memberikan himbauan TKI deportasi di ruang tunggu pelabuhan Tunon Taka Nunukan. (budi anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia ke Nunukan diminta tidak berbuat kriminal selama berada di Nunukan. Selain itu juga diminta pandai-pandai menjaga diri ahar tidak menjadi korban kriminal.

Hal itu dikatakan Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Nunukan, AKP Eka Berlin saat menemui sebanyak 196 TKI yang baru tiba dari Tawau, Malaysia di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Jumat (20/4/2018). TKI yang dipulang itu adalah TKI yang masuk secara ilegal ke Malaysia dan atau habis menjalani hukuman di Pusat Tahanan Sementara di Sabah karena berbuat kriminal.

Menurutnya, ada berbagai alasan Malaysai mengusir atau pemulangkan TKI, misalnya terdapat 30 orang yang lahir di Malaysia namun tidak memiliki dokumen, paspor hilang, dan habis masa berlalu sebanyak 27 orang, melebihi ijin tinggal 15 orang ,dan masuk secara illegal atau tanpa dokumen 65 orang.

Selanjutnya terdapat pula 75 orang TKI tersangkut perkara narkotika atau dadah, ditamhah 2 orang kasus kriminal pencurian, rata-rata dari mereka adalah pendatang haram yang tanap dilengkapi dokemen papsor dan surat jaminan dari majikan. “Untuk kasus narkoba dan pencurian sudah menyelesaikan hukuman tahaman sesuai putusan mahkamah Malaysia,” kata Kapolsek.

Pemulangan TKI dilakukan pada Kamis (19/4/2018) pukul 18.20 Wita menggunakan kapal KM Purnama dengan rincian, laki-laki 149 orang, perempuan 33 orang, anak laki-laki 7 orang dan anak perempuan 7 orang. Setelah tiba di Nunukan, semua TKI dipindahkan sementara waktu di penampungan Rusunawa Sedadap, Kecamatan Nunukan  untuk dilakukan pendataan lebih lanjut, termasuk pemulangan ke daerah asal bagi TKI yang ingin pulang kampung  “Seperti biasa, setelah didata dan diberika pengarahan, semua TKI deportasi dikirim kenampungan Surunawa,” sebut Berlin.

TKI yang tidak ingin pulang ke daerah asalnya maupun yang ingin balik ke Malaysia secara legal, kata Kapolsek, selama di Nunukan harus menjaga menjaga ketertiban dan keamanan, jangan berbuat kriminal, dan menjaga diri agar tidak menjadi korban kriminal.

“Silakan menyampaikan keinginan ke Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Nunukan,” kata Berlin. Silakan tinggal di Nunukan, tapi jangan membuat persoalan kriminal baru, jangan sampai kehadiran  meresahkan orang lain dan masyarakat. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *