Halomoan Tampubolon saat berbincang bersama dengan 4 tersangka pengedar sabu, dengan barang bukti tidak kurang 123 gram sabu. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Aparat berulang kali mengungkap kasus penyelundupan sabu dalam jumlah besar, berukuran kilogram. Seringkali juga, tujuan pengiriman adalah Samarinda. BNN Provinsi Kaltim punya analisa dari hasil evaluasi mereka.

“Secara jumlah penduduk, dan sebagai ibukota provinsi, Samarinda lebih banyak. Iya, memang dominan (dikirim tujuan) Samarinda. Tidak menutup kemungkinan, ada pengendali di ibu kota,” kata Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Kalimantan Timur AKBP Halomoan Tampubolon, ditanya Niaga Asia.

Tampubolon menerangkan, Kaltim dan Kalimantan Utara, punya histori dari sisi kewilayahan. Sehingga, menjadikan Kalimantan Timur sebagai wilayah lintasan dari provinsi lain.

“Dulu kan satu dengan Kaltara. Banyak pengungkapan sabu dalam jumlah besar, karena Kaltim daerah lintasan dari dan ke provinsi lain. Dari utara, dari Malaysia, Filipina, masuk ke Kaltara, kemudian ke Kaltim,” ujar Tampubolon.

“Bahkan dari Kaltim, bisa ke Banjarmasin (di Kalsel), ke Sulawesi. Mereka (bandar sabu), juga selalu mempelajari dimana ada pengawasan ketat, mereka cari celah,” tambah Tampubolon.

Bahkan, dari analisa dan evaluasi, lanjut Tampubolon, disinyalir ada jalur baru pengiriman narkoba melalui provinsi di bagian barat pulau Kalimantan.

“Kita temukan, pengiriman sabu masuk ke Kalimantan Timur, dari Kalbar,” sebut Tampubolon.

Kembali ditegaskan Tampubolon, bandar tidak akan kehabisan cara untuk menyelundupkan barang haram itu, masuk ke Kalimantan Timur. “Kita jangan pernah lengah. Mereka terus pelari, mencari peluang untuk mendistrusikan sabu,” demikian Tampubolon. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *