aa
Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Aliansi Mayarakat Kaltim Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  meminta Polresta Samarinda tidak memberi izin kepada kelompok tertentu yang akan menyelenggarakan Deklarasi  #2019GANTIPRESIDEN. Bahkan massa mengancam akan membubarkan kegiatan tersebut  karena dinilai kegiatan tersebut memecah belah warga.

Aksi akan membubarkan Deklarasi Ganti Presiden itu disampaikan seratusan warga di depan Markas Polresta Samarinda, Senin (10/9). Sebelumnya, massa yang dikoordinir Thamrin melakukan long marh sejauh 2 kilometer sebagai simbol perjuangan menuntut aparat kepolisian bertindak tegas dalam menangani sejumlah gerakan yang bisa menghancurkan NKRI

Belum Ada Persetujuan GOR Sempaja Dipakai untuk Deklarasi Ganti Presiden

Aksi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI adalah bagian dari reaksi mereka setelah beredar undangan di media sosial untuk menghadiri Deklarasi 2019 Ganti Presiden yang rencananya diadakan di GOR Sempaja, hari Sabtu, 15 September 2018 dengan memajang foto Neno Warisman dan Ahmad Dhani.

Sepanjang perjalanan menuju Mapolresta Samarinda, Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI tersebut menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya sebagai bentuk keinginan agar NKRI tidak hancur akibat munculnya  berbagai gerakan yang bisa memecah belah NKRI.

Peserta Aksi mendesak Kepolisian menolak izin Deklarasi #2019GANTIPRESIDEN, karena sarat akan pesan provokatif yang menciptakan konflik horizontal di tengah masyarakat. “Kami siap memblokade semua jalan masuk ke Samarinda tanggal 15 September,” kata Thamrin

Menurut Thamrin, Kaltim merupakan daerah yang kondusif, warganya majemuk dan tidak akan terpengaruh dengan dengan aneka gerakan-gerakan. Meski demikian perlu ada pencegahan kemunculan berbagai gerakan di tahun politik. “Kegiatan Deklarasi #2019GANTIPRESIDEN telah membuat keributan di beberapa daerah di Indonesia, dari itu Kepolisian perlu menghentikan kegiatan sejenis yang telah ditunggangi kelompok tertentu. Kegiatan itu Hanya merontokkan nilai-nilai demokrasi, pembodohan, dan provokasi,” tegasnya.

Sementara itu Kapolresta Samarinda, Kombes Pol, Vendra Riviyanto saat menemui massa dari Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta NKRI di pintu masuk Mapolresta mengatakan, apa yang diharapkan masyarakat agar Kaltim tetap damai adalah keinginan semua pihak. “Kepolisian akan tetap menjaga kondusifnya Kota Samarinda,” ujarnya. Mengenai keinginan sekelompok warga yang mengajukan izin pelaksanaan deklarasi, Kapolresta mengaku masih melihat berbagai kondisi yang berkembang saat ini. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *