aa
Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel (Inf) Ruslan Effendi bersama Danyon Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung, Letkol Rio Neswan. (Foto: Budi Anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Satuan Tugas Penjaga Perbatasan (Satgas-Pamtas) RI-Malaysia sektor Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melaksanakan pergantian personil dari Yonif 621/Manuntung,  Hulu Sungai Tengah ke Yonif Raider 613/Raja Alam kota Tarakan.

Alih Komando dan Pengendalian (Kodal) yang berlangsung di Markas Komando Satgas Pamtas Nunukan, Senin (13/08) dipimpin Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma, Kolonel (Inf) Ruslan Effendi sekaligus selaku inspektur upacara.

Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Irham Waroihan dalam amanatnya yang dibacakan Kasrem menyebutkan, sebanyak 450 pasukan Yonif Raider 613/Raja Alam akan bertugas menjaga pos pos di wilayah perbatasan Nunukan. Jumlah pasukan Satgas Pamtas tahun 2018 bertambah dari sebelumnya 350 menjadi 450, penambahan pasukan ditujukan untuk menempati 6 unit pos pengawasan yang baru rampung dibangun oleh TNI. “Sebelumnya kita punya 19 pos penjagaan, sekarang pos Satgas Pamtas bertambah jadi 25 Pos dan sudah seharusnya personil ikut bertambah,” ungkap Danrem.

Khusus untuk personil Yonif Raider 613/Raja Alam, Danrem berpesan agar menjalankan tugas sesuai perintah dan mengikuti jejak keberhasilan satgas sebelumnya yang selama 10 bulan bertugas di perbatasan Nunukan memiliki prestasi gemilang.

Yonif 621/Manuntung mengukir prestasi dengan keberhasilan melaksanakan patroli sampai ke patok  yang masih dalam blank spot area, dimana patok-patok perbatasan RI itu tidak terpantau selama 41 tahun. Keberhasilan dan disiplin seperti ini patut dicontoh.“Contoh jejak pasukan lama dengan tanggung jawab dan optimisme, sanggup mengemban kewajiban sebagai penjaga perbatasan,” kata Brigjen Irham.

Menurut Danrem, wilayah perbatasan negara Indonesia memiliki banyak persoalan, baik soal batas antar negara ataupun permasalahan integritas masing-maisng negara, belum lagi illegal logging, trafficking, illegal meaning dan lainnya.

Terlepas dari tugas itu, TNI harus mampu menjaga kerukunan wilayah, perbatasan harus dijamin keamanannya dan pasukan harus memberi kontribusi positif di tengah masyarakat, terutama keterbatsan sarana pendidikan dan kesehatan. “Kodal boleh berganti, tapi pengamanan NKRI dan pelayanan ke masyarakat tetap terus berjalan, tugas kita mempersatukana masyarakat,” ujarnya.

Danrem menambahkan, hal terpenting dalam menjalankan adalah jangan lupakan Tuhan, ingatlah bahwa Tuhan akan melindungi  dan membantu menjalankan tugas menjaga  kehormatan TNI dan NKRI. “Terus perpegang kepada Tuhan, tanamkan jiwa korsa yang tinggi sebagai landasan untuk mewujudkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit dalam setiap penugasan,” katanya mengingatkan.

Prestasi Yonif 621/Manuntung

Bertugas 10 bulan di Kabupaten Nunukan, Yonif 621/Manuntung menorehkan prestasi melaksanakan patroli di wilayah blank post area seluas 363 hektar dengan 368 patok di kecamatan Lumbis Ogong.

Disektor kejahatan, Yonif 621/Manuntung berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba sebanyak 1074,95 gram, 11.779 botol miras Malaysia, 43 pucuk senapan api rakitan, 12 butir amunisi penabur, 9 bom babi,  79 kubik kayu hutan illegal logging. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *