Anang Muchlis: Pengelolaan Sumber Daya Air Masih Perlu Dioptimalkan

aa
Anang Muchlis (NIAGA.ASIA)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pengelolaan sumber daya air (SDA) di Kalimantan Timur masih perlu dioptimalkan agar bisa memberi dampak positif terhadap kemajuan daerah. Optimalisasi pengelolaan SDA itu perlu sinergitas antar pemerintahan, pemerintahan provinsi, kabupaten, kota, dan pemerintah pusat dalam penyusunan rencana kegiatan dan pembiayaan.

Hal itu dikatakan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA menjawab Niaga.Asia, Senin (20/8). BWS Kalimantan III membawahkan wilayah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berkedudukan di Samarinda.

Menurut Anang, kondisi pengelolaan SDA di Kaltim dan Kaltara saat ini masih kurang optimal dan infrastruktur SDA juga belum memadai, sehingga belum mampu menopang terwujudnya swasembada pangan, bahkan air sewaktu-waktu membawa bencana, misalnya banjir di kawasan tertentu.  “Masih banyak yang harus dikerjakan agar potensi SDA memberi manfaat besar terhadap rakyat dan pembangunan,” ujarnya.

Disebutkan, karena pengelolaan SDA belum optimal pula yang menyebabkan di Kaltim dan Kaltara meski memiliki air melimpah, tapi saat musim kemarau, masyarakat kesulitan mendapat air bersih, begitu pula dengan lahan pertanian (sawah).

“Kapasitas cadangan air untuk keperluan konsumsi masyarakat dan pertanian menghadapi musim kemarau masih terbatas. Krisis air terjadi setiap musim kemarau, walau air di sungai-sungai tetap melimpah,” kata Anang. Ditambahkan pula, saat ini  SDA yang baru dimanfaatkan untuk energi baru dan terbarukan di Kaltim dan Kaltara baru sekitar 5,6 persen dari potensinya.

Anang menjelaskan, faktor yang juga membuat belum optimalnya pemanfaatan SDA adalah tingginya arus urbanisasi, pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, dan kerusakan DAS (Daerah Aliran Sungai) dan lingkungan.

Sedangkan bidang utama yang perlu dapat perhatian bersama dalam optimalisasi potensi SDA adalah perlu pendayagunaan SDA, pengendalian daya rusak, konservasi, menjaga keberlanjutan fungsi, dan dibuatnya tata kelola SDA terpadu di Kaltim dan Kaltara.

Intevensi yang perlu dilakukan pemerintahan daerah agar SDA memberi manfaat besar, kata Anang, yaitu penting sekali pengembangan irigasi, peningkatan tampungan air, penyediaan air baku untuk kebutuhan air bersih, pengendalian banjir dan abrasi dengan tujuan memberikan perlindungan terhadap suatu kawasan, revitalisasi, restorasi kawasan sumber air, operasi dan pemeliharaan infrastruktur SDA, dan penerapan konsep IWRM (Integrated Water Resources Management) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air.

Berbagai permasalahan dalam pengelolaan SDA saat ini u menyebabkan belum maksimalnya dukungan terhadap upaya mewujudkan kedaulatan pangan, ketahanan air, kedaulatan energi, akses air bersih untuk seluruh rakyat, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana diakibatkan air, terjaganya tingkat layanan infrastruktur SDA, dan meningkatnya kualitas tata kelola SDA Terpadu. (001)