Anggota DPRD Kaltim Terkait Dana Hibah Rp18,405 Miliar Siap-siap Diperiksa

Wakil Ketua Umum DPP KNPI Lisman Hasibuan  mendesak Jaksa Agung, ST Burhanuddin menuntaskan kasusa dana hibah yang melibatkan anggota dan mantan anggota DPRD Kaltim, Kamis (15/04/2021). (Foto KNPI)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Tiga oknum anggota DPRD Kaltim Periode 2009-2014 dan  2019-2024, WH, APS, dan MA terkait dengan dana hibah Rp18,405 miliar untuk tiga yayasan pendidikan di Kutai Barat (Kubar) melalui APBD Kaltim Tahun Anggaran 2013  siap-siap diperiksa lagi atas dugaan telah menerima gratifikasi dari terpidana  Prof. Dr. Thomas Susadya Sutedjawidjaya (akrab dipanggil Prof Tedja).

Desakan agar kasus Prof Teja yang sudah  divonis Pengadilan Tipikor Samarinda  dengan hukuman 6 tahun 6 bulan penjara dan uang pengganti  Rp9 miliar itu, disampaikan Wakil Ketua Umum KNPI Lisman Hasibuan  ke Jaksa Agung melalui  Kepala bidang hubungan antar lembaga pusat penerangan hukum Kejaksaan Agung, Susanto, Kamis (15/04/2021).

Berdasarkan catatan Niaga.Asia, tiga yayasan pendidikan di Kutai Barat penerima dana hibah melalui APBD Kaltim Tahun Anggaran 2013 yang pengelolaannya dalam satu tangan, yakni Prof Tedja adalah, Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera menerima Rp7.950.000.000,oo Yayasan Pendidikan Sekar Alamanda Rp6.000.000.000,oo dan Yayasan Pendidikan Permata Bumi Sendawar Rp4.455.000.000,oo.

Ketiga oknum anggota DPRD Kaltim yang diduga, bahkan disebut-sebut Prof Teja dalam sidang di Pengadilan Tipikor Samarinda juga kebagian dana hibah atas dasar telah membantunya, dari  partai yang sama  dua orang, yaitu MA dan APS dan WH dari  partai lain. Bahkan satu dari ketiga yang menurut Teja juga dapat gratifikasi, kini masih anggota DPRD Kaltim, yaitu MA.

Prof. Dr. Thomas Susadya Sutedjawijaya saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Samarinda, Jumat (27/7/2018). (Foto Istimewa)

Dari fakta persidangan terungkap, Prof Teja  menyerahkan imbalan atas dana yang diterima ketiga yayasan yang dikelolanya itu kepada  MA, APS, dan WH sebanyak Rp4,291.

“Uang diterimakan staf pribadi MA, APS, dan WH yakni Bambang Hermanto dan Yudhistira,” kata Prof Teja saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Fakta persidangan terpidana Prof Tedjo yang telah dihukum 6,6 tahun penjara, sebelumnya menyatakan di persidangan bukan dia saja yang menikmati uang haram tersebut, ada tiga orang lagi anggota DPRD Kaltim 2009-2014 yang menerima aliran dana Rp4 miliar lebih,” ujar Wakil Ketua Umum DPP KNPI Lisman Hasibuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis, 15 April 2021 sebagaimana dilansir medcom.id.

Menurut Lisman, KNPI meminta Kejagung untuk menurunkan Tim Monitoring ke Kejati Kaltim dan Kejari Kutai Barat demi menuntaskan kasus dugaan korupsi dana hibah tersebut, serta  meminta keterangan dari  Kepala Kejari Kutai Barat dan Kepala Kejati Kaltim terkait perkembangan kasus rasuah ini.

“Dalam kasus itu  ada beberapa wakil rakyat daerah yang diduga kecipratan uang hibah yang diterima Prof Teja,” kata Lisman.

Penulis : Intoniswan | Editor : Intoniswan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *