Angin Kencang Intai Balikpapan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Joko Sumardiono. (istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Peristiwa robohnya sebuah rumah di kawasan Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, menjadi peringatan dini akan potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di Kota Balikpapan dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, angin kencang menjadi faktor utama kerusakan bangunan tersebut.

Fenomena ini terjadi akibat pergerakan awan konvektif yang memicu hembusan angin dengan intensitas tinggi, bahkan sebelum terpantau maksimal oleh alat ukur di Bandara SAMS Sepinggan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Joko Sumardiono, menjelaskan, wilayah permukiman lebih dulu terdampak sebelum sistem cuaca ekstrem terdeteksi di area bandara.

“Pada saat kejadian, kecepatan angin yang tercatat di bandara masih sekitar 5 knot. Namun angin kencang lebih dulu menerjang kawasan permukiman. Setelah sistem awan bergerak masuk ke area bandara, kecepatan angin meningkat tajam hingga mencapai kisaran 25 knot,” jelas Joko, Senin 9 Februari 2026.

Menurutnya, besar kemungkinan hembusan angin di lokasi awal kejadian melebihi angka tersebut, sehingga bangunan rumah tidak mampu menahan tekanan angin dan akhirnya roboh.

BMKG menegaskan, kondisi atmosfer yang memicu kejadian tersebut belum sepenuhnya mereda. Dalam tujuh hari ke depan, Balikpapan masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta kemungkinan kilat dan petir.

“Potensi awan konvektif masih cukup aktif. Ini bisa memicu angin kencang secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari,” ungkap Joko.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap bangunan yang rentan, pepohonan besar, serta aktivitas luar ruang. Warga juga diminta rutin memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti infoBMKG, agar lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: