Angkutan Udara Nataru Berjalan Kondusif, Bandara SAMS Sepinggan Tersibuk di Kaltim

Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, saat menghadiri penutupan Posko Terpadu Angkutan Nataru di Area Check In Timur Island B Keberangkatan Lantai 3 Bandara SAMS Sepinggan, Senin 5 Januari 2026. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Penyelenggaraan angkutan udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kalimantan Timur berlangsung aman dan terkendali.

Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menjadi simpul utama pergerakan penumpang, sekaligus mencerminkan stabilitas layanan penerbangan di wilayah ini.

Penilaian itu terungkap dalam penutupan Posko Terpadu Angkutan Nataru yang digelar di Area Check In Timur Island B Keberangkatan Lantai 3 Bandara SAMS Sepinggan, Senin 5 Januari 2026, dihadiri Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, serta manajemen PT Angkasa Pura Indonesia.

Ferdinan menyampaikan selama masa posko, seluruh bandara di bawah wilayah kerja Otban VII mampu menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional penerbangan, meski dihadapkan pada lonjakan penumpang pada hari-hari tertentu.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, mulai dari pengelola bandara, maskapai, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, hingga petugas operasional yang telah bekerja maksimal menjaga pelayanan penerbangan selama Nataru,” ujar Ferdinan.

Berdasarkan rekapitulasi posko, Bandara SAMS Sepinggan tercatat sebagai bandara tersibuk di wilayah Otban VII.

Pada puncak arus keberangkatan, jumlah penumpang mencapai 18.879 orang, sementara puncak arus balik berada di angka 18.109 penumpang.

Puncak pergerakan tercatat terjadi pada 22 Desember 2025 untuk arus berangkat, dan 4 Januari 2026 untuk arus balik.

Bandara Kalimarau Berau menempati posisi kedua dengan pergerakan penumpang mencapai 1.963 orang pada arus keberangkatan, dan 1.779 orang saat arus balik.

Adapun rute Balikpapan–Jakarta menjadi jalur paling padat selama periode Nataru, dengan total 44.225 penumpang.

Secara kumulatif, Otban VII mencatat pertumbuhan positif dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Total pergerakan pesawat meningkat 4,04 persen, sementara jumlah penumpang tumbuh 6,27 persen.

“Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara terus meningkat, seiring dengan perbaikan kualitas layanan penerbangan,” jelas Ferdinan.

Sementara itu, General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar, menuturkan bahwa Posko Terpadu Nataru telah beroperasi sejak 15 Desember 2025 dan seluruh rangkaian pelayanan berjalan sesuai prosedur.

“Sejak awal posko hingga penutupan hari ini, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa bandara. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan dengan baik dan terkendali,” kata Iwan.

Sepanjang tahun 2025, Bandara SAMS Sepinggan melayani sekitar 5,2 juta penumpang, meski mengalami penurunan sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, manajemen bandara menargetkan pemulihan dan peningkatan kinerja pada 2026.

“Kami optimistis pada 2026 jumlah penumpang dapat kembali meningkat, bahkan menembus target 6 juta penumpang, seiring peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Selama masa Nataru, Bandara SAMS Sepinggan juga melayani 16 penerbangan ekstra dari sejumlah maskapai.

Tercatat 18 kejadian gangguan operasional, yang mayoritas disebabkan faktor cuaca, seluruhnya dapat ditangani tanpa menimbulkan dampak signifikan.

“Tidak ada kejadian menonjol maupun insiden keselamatan selama Nataru. Ini adalah hasil kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang solid antar seluruh stakeholder,” jelas Iwan.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: