
JAKARTA.NIAGA.ASIA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menekankan pentingnya pelaku pariwisata selalu menjalankan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) guna mengantisipasi penyebaran influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu.
“Sebagai langkah antisipatif, protokol CHSE memang perlu untuk selalu dijalankan,” ujar Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Fadjar Hutomo, Rabu (7/1/2026), dikutip Antara.
Staf Ahli Fadjar menjelaskan bahwa Kemenpar menjelang momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 telah menyampaikan surat edaran kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata dan usaha pariwisata untuk mengingatkan kembali mengenai protokol CHSE.
Untuk menjamin bahwa destinasi atau usaha pariwisata telah menerapkan CHSE kepada wisatawan, maka mereka dapat membuktikannya salah satunya melalui dokumen sertifikasi.
Pelaku pariwisata dapat memenuhi persyaratan wajib untuk mengajukan sertifikasi CHSE Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042:2021 yang saat ini melalui lembaga sertifikasi profesi (LSP).
Sementara itu, sebagai gerbang masuk wisatawan di Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah memasang pemindai suhu tubuh (thermo scanner) untuk mendeteksi penumpang yang baru tiba jika kemungkinan terpapar super flu.
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan seluruh alat berfungsi normal dan telah terpasang alat tersebut sebanyak 25 unit di sejumlah titik yang merupakan alat yang disiapkan saat pandemi COVID-19.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menyampaikan agar masyarakat tidak perlu panik terkait super flu namun tetap waspada melalui penerapan perilaku hidup sehat.
Pemerintah terus melakukan surveilans dan pelaporan, serta menyiapkan kebijakan dan upaya sesuai dengan situasi terkini. Hingga akhir Desember 2025, Kemenkes catat total ada 62 kasus di delapan provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali selaku daerah tujuan wisata dunia, meminta masyarakat tetap waspada dan meningkatkan pola hidup sehat, meski hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu.
Tag: Pariwisata