Ilustrasi Pemilu (foto : istimewa/net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Antusiasme masyarakat mengikuti seleksi Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) cukup tinggi dimasa terakhir pendaftaran, Jumat (24/1). Di hari penutupan, jumlah pelamar melonjak 2 kali lipat dari hari sebelumnya.

Komisioner KPU Samarinda Parmas Najib mengatakan, jumlah pelamar, menurut catatan berkas yang masuk ke KPU sebanyak 243 orang. Jumlah itu, lebih besar ketimbang kebutuhan PPK se-Samarinda hanya 100 orang.

“Tapi, jumlah (243 pelamar) itu belum pasti. Karena ada yang masukkan berkas tapi kurang lengkap. Ada yang isi absen, tapi berkas belum masuk. Makanya mau di back-up dulu datanya,” kata Najib dikonfirmasi Jumat (24/1).

Najib menerangkan, tahapan selanjutnya, panitia bakal menyeleksi berkas para pelamar, dan baru diumumkan pada 28-29 Januari 2020. Selang sehari, para peserta bakal mengikuti tes CAT.

“Sedangkan pelantikan dijadwalkan 29 Februari mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut Najib menjelaskan, KPU masih menggunakan skema upah model lama (sebelum Permenkeu terbit). Pasalnya, sejauh ini belum ada kepastian dari Pemkot Samarinda terkait tambahan anggaran sebesar Rp6,9 miliar.

“Harapan kita sih Pemkot ini segera menambah (Rp 6,9 miliar) agar honor para PPK bisa menyesuaikan dengan skema baru,” sebut Najib.

Selain itu, sejauh ini, para pelamar juga tidak menanggapi terkait besaran upah yang bakal mereka terima.

Najib menambahkan sampai sekarang KPU Samarinda masih menggunakan anggaran Rp1,3 miliar. Sejatinya, anggaran Rp21 miliar sudah dikucurkan Pemkot Samarinda. Hal itu sesuai dengan bunyi klausul di dalam Naskah Pemberian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp56 miliar.

“Harusnya sih sudah cair 40 persen, tapi masih berproses. Kita (KPU) masih menggunakan anggaran Rp1,3 miliar yang seharusnya dihabiskan pada Desember tahun lalu,” tutup Najib. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *