AA

Beberapa warga Desa Long Lees, bergotong royong membantu membersihakan jalur lokasi pemasangan tiang dan jaringan listrik PLN (foto : istimewa)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Warga di beberapa pedalaman Kutai Timur sangat antusias menyambut pemasangan tiang jaringan dan kabel listrik PT PLN (Persero). Hal ini bisa terlaksana, usai kesepakatan bersama Pemkab Kutai Timur dengan PT PLN Unit Induk Pelaksana Pelayanan Pelanggan (P3) Bontang, terkait Pungutan dan Penyetoran Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Pembayaran Rekening Listrik di Ruang Kerja Bupati, pada November 2019 lalu.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum bagi PT PLN, dalam melaksanakan pemasangan tiang jaringan listrik hingga ke pedalaman Kutim. Mengingat, begitu luasnya wilayah Kutim yang harus dilayani PT PLN. Untuk memudahkan pemasangan tersebut, beberapa warga bergotong royong membantu membersihan dan memangkas jalur tiang listrik yang akan dilewati. Seperti di Desa Long Lees, di Kecamatan Busang.

Ditemui beberapa waktu lalu di ruang kerjanya, Bupati Ismunandar menyambut baik partisipasi warga bergotong –royong dalam membantu petugas PLN, membersihkan lokasi pemasangan tiang dan jaringan kabel listrik PLN.

Sehingga, memudahkan penyaluran listrik sampai ke rumah – rumah warga. Ini membuktikan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Alhamdulillah listrik sudah bisa masuk ke pelosok pedesaan. Hal ini memotivasi Camat lainnya di Kutim, untuk mengajak warganya bergotong – royong dalam percepatan pembangunan yang ada di desanya,” ungkap Ismunandar.

Kegiatan gotong-royong warga dalam membantu PT PLN di Desa Long Lees ini, tentu memudahkan pemasangan tiang jaringan termasuk penarikan kabel listrik yang akan dipasang. Pelan tapi pasti, warga sudah bisa menikmati listrik PLN.

Dengan terpasangnya tiang dan jaringan listrik, tentu sangat membantu warga yang biasanya menggunakan genset ketika malam hari tiba. “Dengan demikian, pengeluaran untuk bahan bakar genset bisa diminimalisir,” ungkap Arman salah seorang warga setempat. (hms4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *