aa
Dengan mengendarai motor, Presiden Jokowi menjajal jalan perbatasan trans-Kalimantan yang terletak di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kaltara, pada Kamis (19/12) siang. (Foto: BPMI Setpres)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA-Pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) masih menjadi prioritas pemerintah. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, dialokasikan anggaran lebih kurang Rp 700 miliar untuk pembangunan jalan perbatasan.

“Anggaran tersebut, selain untuk melanjutkan pembanguan jalan, juga ada alokasi untuk pemeliharaan terhadap jalan serta jembatan di ruas jalan perbatasan,” ungkap Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, Minggu (12/1/2020) mengutip informasi dari Satker PJP (Pelaksana Jalan Perbatasan) dari Kementerian PUPR, yang menangani ruas jalan perbatasan, dari total jalan sepanjang 966,59 Km di wilayah perbatasan Kaltara, saat ini sudah terbuka jalan sepanjang 762,89 Km.

Dengan demikian, kata gubernur, itu artinya, jalan yang belum dibuka tinggal menyisakan 80,08 Km. Selebihnya, sepanjang 123,62 Km untuk relokasi. Atau dilakukan pemindahan jalan yang sudah ada dengan model pembukaan jalan baru.

“Perlu diketahui, ruas jalan di perbatasan Kaltara memiliki dua ruas jalan. Yakni, ruas jalan akses langsung menuju perbatasan, dan ruas jalan paralel perbatasan<’ kata gubernur.

aa
Grafis Infopubdok Kaltara

Untuk jalan akses langsung menuju perbatasan, terdiri dari dua akses jalan. Yaitu, akses jalan Malinau-Long Midang, dan akses jalan Mensalong-Tau Lumbis, total panjang kedua akses jalan ini 352,04 Km.  Sedangkan untuk ruas akses jalan paralel perbatasan, memiliki total panjang jalan 614,55 Km, membentang mulai dari Long Boh hingga Malinau.

“Jalan perbatasan merupakan jalan penghubung antara-wilayah di Kaltara, juga sebagai akses membuka keterisolasian daerah,” ujarnya.

Dengan dibangun jalan perbatasan, menjamin aksesbilitas logistik untuk masuk ke Indonesia, sehingga barang-barang menjadi semakin murah. Juga membantu mobilisasi masyarakat. Dengan begitu, aktivitas keseharian jadi semakin mudah.

“Atas nama masyarakat Indonesia di Kaltara, utamanya di perbatasan RI, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah, utamanya kepada Bapak Presiden, wakil presiden dan para menteri terkaitnya yang telah memberikan perhatian dalam pemenuhan infrastruktur jalan dan jembatan di Kaltara,” ucap gubernur.

Ini semua juga berkat komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dengan pusat. Di samping memang merupakan program pemerintah pusat, beberapa ruas jalan seperti salah satunya dari Malinau ke Krayan merupakan usulan Pemprov Kaltara yang Alhamdulillah diakomodir oleh pusat. (001)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *