Arus Deras Genangi Jalan Km 40 Kota Bangun, Dondang Juga Terdampak Banjir

Hujan lebat sejak dini hari menyebabkan genangan air di dua wilayah Kukar, yakni Km 40 jalur Kota Bangun–Tenggarong serta jalan poros Muara Jawa–Sangasanga di Dondang dan Muara Kembang, Senin (2/2/2026). (Media Sosial Instagram Info_Kukar)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari menyebabkan genangan air di dua wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (2/2/2026) pagi. Genangan terpantau di Kilometer 40 jalur Kota Bangun-Tenggarong, serta, juga di jalan poros Muara Jawa–Sangasanga, tepatnya di wilayah Dondang dan Muara Kembang.

Di jalur Kota Bangun, genangan air disertai arus yang cukup deras hingga menghambat aktivitas lalu lintas. Air meluap ke badan jalan dengan aliran kuat, membuat kendaraan, khususnya roda dua, tidak berani melintas. Kondisi tersebut sempat memicu antrean kendaraan di sekitar lokasi.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi, menjelaskan bahwa genangan air di Kilometer 40 dipicu hujan lebat yang turun sejak subuh.

“Di Kota Bangun itu satu titik aja, di Kilometer 40. Arusnya cukup deras karena hujan sejak sekitar jam dua dini hari,” ujarnya.

Menurutnya, panjang genangan di jalur Kota Bangun diperkirakan mencapai lebih dari 100 meter. Sementara kedalaman air belum dapat dipastikan karena air masih mengalir, namun diperkirakan berkisar 40 hingga 50 sentimeter.

“Karena airnya mengalir, kita belum bisa memastikan kedalamannya. Tapi melihat kondisinya, motor tidak ada yang berani melintas,” jelasnya.

Selain di jalur Kota Bangun, BPBD Kukar juga menerima laporan genangan air di jalan poros Muara Jawa–Sangasanga, tepatnya di wilayah Dondang dan Muara Kembang.

Hingga saat ini, genangan di kawasan tersebut terpantau di satu titik dan masih dapat dilewati kendaraan roda empat, meski dengan kecepatan terbatas.

“Untuk Dondang dan Muara Kembang, informasinya masih satu titik genangan. Kendaraan roda empat masih bisa melintas, tapi tetap perlu hati-hati,” katanya.

BPBD Kukar saat ini masih melakukan pemantauan selama 24 jam untuk melihat perkembangan kondisi air di dua wilayah tersebut.

Personel yang diterjunkan sementara berkisar dua hingga tiga orang untuk melakukan pemantauan lapangan dan menerima laporan dari relawan serta aparat kecamatan.

“Kita pantau dulu selama 24 jam. Kalau genangan tidak surut atau justru bertambah, baru kita tindak lanjuti sesuai SOP dan berkoordinasi dengan OPD terkait, terutama untuk penanganan teknis,” terangnya.

BPBD Kukar juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengguna jalan yang melintas di jalur Kota Bangun serta Dondang–Muara Kembang, mengingat potensi arus air yang masih cukup kuat akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: