
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Arus penumpang kapal laut mudik melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan tahun 2026 ini, mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2025.
Kepala Cabang PT Pelni Nunukan, Sudjito mengatakan, penurunan jumlah penumpang mudik dipengaruhi waktu lebaran Idul Fitri 20-21 Maret 2026 berdekatan dengan agenda Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025.
“Sebagian masyarakat baru menyelesaikan liburan Nataru 2025. Dekatnya waktu lebaran dengan Nataru 2025 dan 2026 ini mempengaruhi minat untuk berlebaran pulang kampung,” kata Sudjito, pada Niaga.Asia,” Senin (09/03/2026).
Tidak adanya lonjakan arus mudik dapat dilihat dari jumlah penumpang setiap keberangkatan dua kapal milik PT Pelni yakni KM Lambelu dan Km Bukit Siguntang yang berlabuh di pelabuhan Tunon Taka Nunukan.
Keberangkatan penumpang kapal KM Lambelu pada 05 Maret 2026 dan KM Bukit Siguntang tujuan Balikpapan, Parepare dan Makassar, hanya mengangkut penumpang sekitar 815 orang, padahal kapasitas maksimal kedua kapal mencapai 1.999 orang.
Puncak arus mudik Nunukan diperkirakan terjadi di pelayaran KM Lambelu Senin 16 Maret 2026 dengan tujuan pelabuhan Pantoloan, Balikpapan, Parepare, Makassar, Bau Bau, Maumere dan Larantuka.
“Tanggal 11 Maret ada juga keberangkatan KM Bukit Siguntang tujuan Balikpapan. Untuk tiket penumpang sudah habis terjual,” sebutnya.
Meski belum terlihat kenaikan arus mudik, PT Pelni Nunukan tetap menyiapkan antisipasi tambahan kuota penumpang jika mendekati waktu keberangkatan terjadi penumpukan penumpang mudik lebaran.
Permohonan tambahan penumpang keberangkatan dapat diberikan oleh Kementerian Perhubungan maksimal 30 persen dari kapasitas normal kapal 1.999 menjadi 2.978 penumpang.
“PT Pelni Nunukan tidak penambah armada kapal, tapi tetap menyiapkan tambahan kota penumpang jika diperlukan,” ujarnya.
Selain menyiapkan kuota tambahan penumpang mudik, PT Pelni secara serentak memberikan penjualan tiket diskon stimulus sebesar 30 persen berlaku sejak tanggal 11 Maret hingga 05 April 2026.
Program diskon berlaku untuk semua ruas tujuan dan semua kapal Pelni, namun terdapat pembatasan kuota dengan artian, jika kuota sudah terpenuhi, maka penjualan harga diskon dihentikan meski masa berlalu masih ada.
“Apabila kuota diskon habis, maka berlaku lagi harga tiket normal meskipun masa waktu diskon masih ada,” bebernya.
Sudjito mengimbau masyarakat yang berencana mudik menggunakan transportasi laut agar segera melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui online dan manual mengingat kuota diskon yang disediakan terbatas.
“Saran saya belilah tiket melalui aplikasi Pelni Mobile maupun melalui loket-loket penjualan resmi yang tersebar di wilayah Nunukan,” terang Sudjito.
Penulis ; Budi Anshori | Editor : Intoniswan
Tag: Mudik