Aset Bernilai Miliaran Disita dari Polisi yang Ditangkap di Tarakan

Mobil Alphard dan sejumlah speed boat disita penyidik Polda Kaltara dari Briptu Hasbudi di Tarakan, Kalimantan Utara. (Foto : istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara, mengamankan sejumlah aset bernilai miliaran diduga milik Briptu Hasbudi, yang diduga hasil dari bisnis tambang emas ilegal dan pakaian bekas asal Malaysia.

“Diamankan untuk keperluan pemeriksaan terkait usaha ilegal yang dijalankan HSB (Briptu Hasbudi),” kata Dirkrimsus Polda Kaltara AKBP Hendy F Kurniawan, dikonfirmasi niaga.asia, Jumat (6/5).

Selain aset, tim Ditreskrimsus juga menyita alat bukti berupa alat komunikasi serta buku catatan aliran dana ke beberapa pihak dan dokumen pelayaran berupa manifes berisi rumput laut. Namun nyatanya kontainer digunakan untuk memuat pakaian bekas ilegal.

Dalam penyitaan aset pula, tim mengamankan satu unit mobil Toyota Alphard dan satu unit mobil Honda Civic, buku rekening bank serta tiga unit speedboat yang diduga digunakan untuk mengangkut pakaian bekas.

“Nanti kita teliti sumber asetnya itu. Kalau pembelian dari usaha ilegal, kita langsung amankan sebagai barang bukti,” ujar Hendy.

Terkait isi rekening bank, Hendy mengaku belum tahu persis nominal uang dalam rekening itu. Pemeriksaan penyidik menurutnya sebatas mengamankan dan menganalisa barang sitaan. Begitu pula perihal apakah nantinya dilakukan pembekuan terhadap rekening Briptu Hasbudi.

Ini Bisnis Lain Polisi di Kaltara yang Ditangkap di Tarakan

Sebelum mengamankan Hasbudi, Ditreskrimsus Polda Kaltara menciduk 5 orang terkait kegiatan tambang ilegal Desa Sekatak, Bulungan. Dari keterangan saksi-saksi itulah didapatkan informasi pemilik tambang adalah Hasbudi.

“HSB disangkakan atas kasus tambang ilegal Pasal 158 Junto Pasal 161 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara,” tegas Hendy.

Tidak sampai di situ, tim juga menerima informasi dugaan kegiatan ilegal Briptu Hasbudi lainnya yaitu, pengiriman 5 kontainer pakaian bekas di pelabuhan Malundung, kota Tarakan, dengan tujuan Makassar, Sulawesi Selatan.

“Tim khusus Polda Kaltara bersama Bea Cukai Tarakan sudah lakukan pengecekan kontainer pakaian bekas,” sebutnya.

Diberikan sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kaltara Rabu (4/5) siang lalu mengamankan Briptu Hasbudi, personil Ditpolairud Polda Kaltara atas dugaan kepemilikan tambang emas ilegal di lokasi konsesi PT BTM, di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Hasbudi yang ketika itu berada di Bandara Udara Juwata Tarakan, didekati sejumlah pria berpakaian preman dari Ditreskrimsus Kaltara. Usai melakukan percakapan singkat, Hasbudi diborgol dam dibawa ke rumah pribadinya untuk proses penyelidikan lanjutan.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: