
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bigmall Samarinda menghadirkan pertujukan barongsai Big Lunar Festival yang berlangsung sejak 23 Januari hingga 15 Februari 2026 nanti di Atrium Yupa Lantai LG, menyambut Tahun Baru Imlek 2577 tahun 2026.
Pada Minggu 8 Februari 2026, atrium Bigmall ini nampak dipadati ratusan pengunjung dari berbagai etnis dan agama. Gemuruh suara gong dan simbal nampak pecah, menghadirkan keriuhan yang memukau pengunjung.
Pertunjukan barongsai yang digelar oleh para pemain dari Yayasan Dharma Bhakti Lion Dance dan Borneo Master Samarinda. Mereka tampil enerjik dengan gerakan akrobatik yang memikat, sebagai hiburan budaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Barongsai sendiri merupakan seni tari tradisional Tiongkok yang menampilkan pertunjukan akrobatik hewan berbentuk singa, yang diperankan oleh dua orang penari, diiringi musik tambur, simbal, dan gong.
Dalam pertunjukan barongsai kali ini, empat barongsai paduan warna merah, kuning campuran hijau, putih, serta biru putih bergantian unjuk gigi. Setiap sesi berdurasi 30 menit menampilkan dua barongsai yang bergerak dinamis, meliuk ke kanan dan kiri, hingga melakukan lompatan akrobatik yang memicu decak kagum penonton.
Anak-anak yang hadir tampak antusias, meski beberapa di antaranya sempat menjerit riang sambil menutup telinga, karena suara musik yang membahana.
Tak sedikit pula pengunjung yang mendekat untuk memberikan angpao (uang dalam amplop) ke dalam mulut barongsai sebagai simbol keberuntungan.
Koordinator Acara Big Lunar Festival, Ivana menjelaskan, jadwal pertunjukan disusun sedemikian rupa agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik di hari kerja maupun akhir pekan.
Untuk akhir pekan, pertunjukan digelar tiga kali sehari, yakni pukul 14.00, 17.00, dan 20.00 Wita. Sementara untuk hari Senin hingga Jumat dimulai pukul 20.00 Wita.
Festival ini menjadi pilihan menarik bagi para orang tua yang ingin mengajak anak-anak mereka menikmati hiburan sekaligus suasana Imlek yang kental.

“Jadwal ini disusun memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk datang setelah jam kerja atau sekolah,” kata Ivana.
Area festival di Atrium Yupa lantai dasar tersebut disulap penuh dengan ornamen khas Tiongkok. Bunga Mei Huwa yang bermekaran di sudut-sudut ruangan serta jembatan kayu melengkung menambah suasana imlek, dan menjadi latar favorit pengunjung untuk mengabadikan momen.
Dengan tiket Rp50 ribu per keluarga, pengunjung sudah bisa berfoto langsung bersama barongsai sepuasnya. Tidak hanya berfoto, pengunjung yang telah selesai berfoto juga mendapatkan kupon makan di salah satu tenan kuliner Bigmall.
“Orang tua tidak perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam untuk mengabadikan momen anak-anak mereka. Ini adalah persembahan kami untuk memeriahkan Imlek tahun ini,” ujar Ivana.
Pertunjukan Barongsai ini disimbolkan sebagai pembawa keberuntungan, kebahagiaan, kekuatan, serta pengusir roh jahat bagi sebagian kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Salah satu pengunjung warga Samarinda, Erika, 32 tahun, mengaku sangat terkesan dengan atraksi barongsai yang dihadirkan. Dia sengaja membawa buah hatinya untuk mengenal lebih dekat tradisi seni tari tradisional Tiongkok.
“Barongsai ini momentumnya langka, biasanya hanya ada saat hari besar seperti Imlek. Kostumnya sangat bagus dan lucu-lucu, jadi anak-anak tidak takut. Mereka justru sangat senang bisa melihat dari dekat,” demikian Erika.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: BarongsaiBigmallImlekSamarinda