Awang Faroek Pertimbangkan Tinggal di Balikpapan Setelah Pensiun

awang
H Awang Faroek Ishak-Rahmad Mas’ud. (intoniswan)

SAMARINDA.NIAGA. ASIA- H Awang Faroek Ishak mempertimbangkan setelah pensiun dari jabatan Gubernur  Kalimantan Timur tinggal di Kota Balikpapan. Ia mengaku mempertimbangkan itu karena dua hal; Balikpapan adalah kota layak huni dan Balikpapan akan menjadi ibu kota negara.

“Iya, saya lagi memikirkan untuk tinggal di Balikpapan,” kata Awang Faroek Ishak disela-sela pidatonya usai mengukuhkan Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Balikpapan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/3).

Menurut Awang, selain Balikpapan menyandang status kota layak huni, infrastruktur yang sudah ada dan  ditambah yang akan dibangun, membuat Balikpapan punya keunggulan dibandingkan Palangkaraya yang sama-sama menjadi calon ibu kota negara. “Kawasan ibu kota itu nanti mencakup wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara,” ungkapnya.

Dari itu pula Awang meminta Rahmad Mas’ud selama menjabat Plt wali kota bekerja serius, membantu percepatan pembebasan tanah untuk jembatan Pulau Balang, jalan tol ruas Balikpapan (Km 13-Sepinggan), rencana pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan, membebaskan tanah untuk ITK (Institut Teknologi Kalimantan) dan membangun jalan masuk ke lokasi kampus ITK. “Pastikan jalannya roda pembangunan bisa lebih cepat,” kata gubernur.

Kemudian Awang juga minta Rahmad mengkoordinasikan dengan instansi terkait agar proyek strategis nasional di Balikpapan berjalan lancar, misalnya proyek perluasan kilang minyak Balikpapan yang akan memasuki tahap pelaksanaan.

“Ada permintaan dari Pertamina selama proyek perluasan kilang dilaksanakan, Jalan Minyak ditutup. Saya belum mengiyakan karena perlu kajian dari Pemkot Balikpapan bersama instansi teknis di Balikpapan. Kalau Jalan Minyak harus ditutup karena aspek keamanan proyek, perlu diatur jalan alternatif bagi masyarakat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Awang lagi.

Kepada Rahmad, gubernur juga meminta agar Kota Balikpapan dijadikan Kota Antinarkoba, menjadi kota percontohan di Indonesia. Koordinasikan dengan Polisi dan para ketua-ketua rukun tetangga (RT) bagaimana menjadikan Balikpapan bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Apa kata dunia kalau Balikpapan nanti jadi kota narkoba. Balikpapan wajahnya Kaltim. Pintu gerbang Kaltim,” katanya. (001)