Bahas Tata Kelola dan PAD, Switzerland Jajaki Kemitraan dengan Balikpapan

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menerima kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Switzerland di Balai Kota Balikpapan, Kamis 5 Februari 2026. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kota Balikpapan membuka peluang kerja sama internasional dengan Switzerland dalam rangka mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan antara perwakilan Kedutaan Besar Switzerland dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang berlangsung di Balai Kota Balikpapan, Kamis 5 Februari 2026.

Dalam pertemuan itu, Bagus menyambut positif kunjungan delegasi Switzerland yang ingin melihat langsung potensi, serta arah pengembangan Kota Balikpapan ke depan.

Dia menilai, inisiatif ini menjadi pintu awal terbukanya berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik ketertarikan mereka untuk mengenal lebih dekat Balikpapan. Ada sejumlah tawaran kerja sama yang berpotensi untuk dikembangkan,” kata Bagus.

Menurutnya, peluang kolaborasi mencakup penguatan tata kelola anggaran, peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah, hingga dukungan dalam menggali sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru.

Bagus juga menyoroti masih adanya kebutuhan dasar masyarakat yang memerlukan perhatian serius, seperti akses air bersih, sanitasi lingkungan, pengelolaan limbah, serta program pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada diskusi atau kajian saja. Akan lebih baik jika bisa berlanjut ke bentuk investasi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain sektor pembangunan dasar, pembahasan juga mencakup potensi wilayah pesisir serta mekanisme pengelolaan anggaran, khususnya yang bersumber dari kerja sama internasional.

Pihak Switzerland disebut tertarik untuk mempelajari sistem penganggaran yang diterapkan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Prinsip kami terbuka. Sistem penganggaran pemerintah kota bisa diakses dan dipelajari. Jika ada masukan untuk perbaikan, tentu akan sangat kami hargai,” terang Bagus.

Masih disampaikan Bagus, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak pemerintah daerah, di tengah meningkatnya kebutuhan belanja publik. Karena itu, inovasi dan terobosan dalam peningkatan PAD menjadi hal yang tak terelakkan.

“Dengan berbagai keterbatasan yang ada, pemerintah daerah dituntut kreatif agar kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi,” jelas Bagus.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: