Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Senin (30/12). (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Secara umum, kasus kriminal di kota Samarinda menurun tahun ini. Namun demikian, kasus meninggalnya balita Ahmad Yusuf Ghazali (4), akhirnya jadi pekerjaan rumah kepolisian di 2020. Polisi menyisyaratkan, bakal ada tersangka dari kasus itu.

Dalam rilis akhir tahun 2019 di Ruang Serbaguna Polresta Samarinda siang tadi, polisi tidak menampik meninggalnya balita Yusuf, jadi kasus menonjol tahun ini.

Ada sederetan alasan polisi belum bisa membereskan kasus itu, di penghujung tahun ini. Diantaranya, hasil forensik seperti uji sampel DNA yang belum diterima.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Sambil menunggu hasil forensik, belum keluar. Jadi, kami belum bisa tentukan tersangkanya,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, dalam penjelasan resmi dia.

Arif juga merespons, ketika ditanya soal kabar biaya uji sampel DNA, menjadi tanggungjawab orangtua korban. Bahkan, menurut Arif, apabila biaya autopsi pun, menjadi tanggungan Polri.

“Tidak mungkin keluarga yang membayar, karena sudah kena musibah. Dari Polri yang biayai, termasuk kalau bersedia dilakukan autopsi,” terang Arif.

Kendati demikian, Arif belum bisa memastikan, kapan hasil tes DNA bisa diperoleh. Tes DNA itu sendiri, untuk memastikan jasad balita itu benar anak kandung orangtua Bambang (37). Sebab, kepastian jasad balita saat ditemukan Minggu (8/12) lalu adalah Yusuf, berdasarkan dari pakaian yang dikenakan jasad tersebut.

“Lebih cepat, lebih baik (hasil forensik bisa diterima),” sebut Arif.

Keterangan dilansir Polresta Samarinda, tahun 2019 ini, tercatat ada 1.270 kasus kriminal, dan yang terselesaikan penanganannya ada 1.115 kasus. Angka tindal kriminal itu, dinilai menurun dibanding 2018 lalu. Dimana, saat itu tercatat 1.753 kasus.

Dari seribuan tindak kriminal itu, kasus narkoba masih memuncaki catatan kasus sepanjang tahun ini, yang tercatat ada 316 kasus. “Modus operandi pemain narkoba ini macam-macam. Kami terus bergerak mengantisipasi,” pungkas Arif. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *