Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja berada di patok batas RI-Malaysia yang belum pernah terjamah pasukan Satgas sebelumnya (foto : Penrem 091/ASN)

KRAYAN.NIAGA.ASIA – Wilayah Kabupaten Krayan Kalimantan Utara merupakan wilayah yang bersinggungan langsung dengan negeri jiran Malaysia. Krayan masuk dalam tanggungjawab wilayah teritorial Kodam VI/Mulawarman. Sampai dengan saat ini, untuk mencapai wilayah Krayan, masih belum bisa ditempuh melalui jalur darat.

“Hingga saat ini untuk sampai di Krayan, perjalanan hanya dapat ditempuh menggunakan jalur udara. Tidak hanya itu, berbagai fasilitas di wilayah Krayan seperti ketersediaan infrastruktur jalan, listrik dan fasilitas infrastruktur lainnya di wilayah ini juga masih terbatas,” kata Katim Liput Pendam VI Mulawarman Kapten Chb Aman Karyoko, dalam keterangan tertulis diterima Niaga Asia, Kamis (11/7).

Sesuai informasi yang didapat dari pemerintah setempat, wilayah Krayan masih dalam proses pemekaran, dan masih masuk dalam pengawasan Bupati Nunukan. “Meskipun begitu, berbagai upaya juga telah dilakukan pemerintah, agar wilayah Krayan kedepan dapat mandiri dan berkembang,” ujar Aman.

Aman juga mengutarakan, bahwa tujuannya ke Krayan bersama timnya yaitu Serda Julio dari Pendam VI/Mlw, dan dua rekan media, adalah untuk terjun langsung meliput tugas operasi yang dilaksanakan oleh para prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja).

Dari penuturan warga, ternyata para prajurit Satgas Pamtas Yonif 613/Rja yang sudah bertugas selama 11 bulan ini keberadaannya sangat membantu masyarakat setempat. “Seperti di daerah Long Midang saat ini, setiap warga yang kami tanya, ternyata memberikan kesan baik dan apresiasi yang tinggi kepada para prajurit Yonif Raider 613/Rja,” ungkap Aman.

Lebih lanjut disampaikan Komandan Pos Long Midang Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja Lettu Inf Solo Atmanegara. Dalam mengemban tugas, prajurit bukan hanya menjaga pos perbatasan, melainkan juga melaksanakan berbagai kegiatan teritorial.

“Di pos Long Midang yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia ini, kami memeriksa setiap aktivitas baik penduduk maupun barang yang keluar masuk ke Indonesia. Pemeriksaan dilaksanakan dengan sangat ketat, untuk mencegah masuknya barang ilegal yang masuk di wilayah Indonesia,” kata Atmanegara.

“Selama 11 bulan di Long Midang, kami sudah banyak menemukan barang-barang ilegal dan terlarang yang seharusnya tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia. Seperti narkoba dan miras,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, apabila mendapatkan barang ilegal dan terlarang, maka sesuai prosedural Danpos segera bertindak untuk melaporkan kepada komandan kompi, atau langsung ke satuan induk untuk diproses lebih lanjut. Sesuai tugas pokok dan kewenangan masing-masing.

“Selain itu patok blank pos atau patok yang tidak di sempat terjamah oleh Satgas-Satgas sebelumnya juga kami temukan. Hal ini berkat perjuangan dan kegigihan serta semangat yang pantang menyerah demi tugas negara, berbagai tantangan kondisi alam yang ekstrem, dan perjalanan selama 2 minggu menembus belantara hutan tak menyurutkan niat kami dalam mengemban amanah tugas operasi ini,” tegas Atmanegara.

Di samping itu salah satu prajurit yang bertugas juga turut serta untuk menjadi tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri 006 Krayan Long Midang, yaitu Pratu Widi Aditya. Berbekal kemampuan yang ditempanya semenjak masa pratugas, Pratu Widi memberikan berbagai ilmu pengetahuan yang dimilikinya mengajar anak negeri di perbatasan Malaysia.

Pratu Widi Aditya saat mengajar murid SD di perbatasan Malaysia (foto : Penrem 091/ASN)

Sementara itu ketika dikonfirmasi langsung oleh tim peliput, Pratu Widi Aditya dengan penuh semangat mengungkapkan, tekadnya untuk menjadikan anak negeri di perbatasan ini agar berpendidikan terpatri di dadanya. “Meskipun sebelumnya saya belum pernah mengajar, tapi semaksimal mungkin saya berupaya dengan sebaik baiknya untuk kemajuan pendidikan anak negeri di perbatasan ini,” kata Widi.

Di tempat terpisah, Kapendam VI Muwarman Kolonel Kav Dino Martino menyampaikan, Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif Raider 613/Rja seharusnya sudah dirotasi oleh Yonif Raider 600/Modang. Namun karena pada bulan April 2019 ada perhelatan Pemilu, maka sesuai petunjuk komando atas, fotasi tugas dilaksanakan setelah seluruh proses Pemilu selesai.

“Seperti yang sudah diketahui pada tanggal 2 Juli 2019 yang lalu, sebanyak 450 personel Yonif Raider 600/Modang telah diberangkatkan. Sehingga pergeseran pasukan dilakukan secara bertahap untuk bertugas di 25 pos perbatasan di Kabupaten Nunukan,” kata Dino.

“Sedangkan sebanyak 450 personel Yonif Raider 303/Ssm Divisi I Kostrad yang diberangkatkan pada tanggal 24 Juni 2019 lalu, akan merotasi Yonif 144/Jaya Yuda dan akan menempati 55 pos di sepanjang Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Malinau,” demikian Dino. (*/006)

1 komentar “Bakti Prajurit Satgas Pamtas di Batas Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *