baliho
Konstruksi baliho cagub dan cawagub Kaltim mudah terlipat dan putus apabila diterjang angin dan hujan secara bersamaan, seperti terlihat di Jalan PM Noor Samarinda. (Foto:Intoniswan)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Baliho (Alat Peraga Kampanye-APK) calon gubernur dan calon wakil gubernur Kaltim periode 2018-2023 yang sumber pendananaanya dari APBD Kaltim Tahun Anggaran 2018, bertumbangan dan terlihat penyebabnya konstruksi rangka yang buruk sekali.

Misalnya, 4 baliho cagub dan cawagub Kaltim di Jalan PM Noor Samarinda, sejak seminggu yang lalu tumbang karena konstruksinya gagal menahan tiupan angin yang datang bersamaan hujan lebat hingga hari Minggu (20/5/2018) tidak ada yang memperbaiki.

Dari fisik baliho yang dilihat Niaga.Asia di lokasi terlihat rangka baliho terlalu kecil, pipa kosong yang tidak sebanding dengan luas baliho masing-masing cagub dan cawagub, sehingga rangka baliho sangat mudah terlipat saat baliho diterpa angin. Tidak itu saja, rangka baliho juga tidak ditanam permane, hanya ditajak di tanah gembur, semakin mudah baliho terjungkal dihantam angin.

Dari 4 baliho cagub dan cawagub Kaltim yang semula semaunya rubuh, kelihatan baru tim sukses dari Paslon H Syaharie Jaang-H Awang Ferdian Hidayat yang mencoba mendirikan balihonya kembali, tapi karena rangka balihonya sendiri sudah bengkok, patah, dan putus sambungannya, maka tetap tak bisa berdiri sempurna.

Sementara itu Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, H Syarifuddin Rusli ketika dikonfirmasi Niaga.Asia membenarkan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan akibat adanya cuaca ekstrem (hujan angin) yang kencang, baliho cagub dan cawagub ada yang tumbang.

“Tapi untuk memperbaiki kembali baliho yang rusak tersebut sudah menjadi tanggung jawab masing-masing paslon, bukan KPU lagi,” katanya. “Tanggung jawab KPU terbatas pada menyediakan dana untuk mencetak dan memasang  baliho untuk pertama saja, selanjutnya sampai masa berakhirnya kampanye, tanggung jawab masing-masing paslon,” kata Syarifuddin. (001)

Berita Terkait