Balikpapan Masih Aman dari Super Flu, Dinkes Perkuat Kewaspadaan Warga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati. (istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap temuan influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di sejumlah daerah, Kota Balikpapan dipastikan masih berada dalam kondisi aman.

Hingga awal Januari 2026, belum ditemukan laporan kasus virus tersebut di wilayah Kota Beriman -sebutan Balikpapan-.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, menegaskan hasil pemantauan rutin yang dilakukan bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan tidak adanya temuan kasus super flu, baik di rumah sakit maupun layanan kesehatan tingkat pertama.

“Berdasarkan laporan yang masuk dari fasilitas kesehatan, sampai saat ini belum ada kasus influenza A (H3N2) subclade K di Balikpapan,” kata Alwiati dalam keterangannya,.Selasa, 6 Januari 2026.

Alwiati menjelaskan, sepanjang Desember 2025, kasus flu musiman atau common cold di Balikpapan terpantau relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Kondisi itu menjadi indikator bahwa situasi penyakit saluran pernapasan di Balikpapan masih terkendali.

Meski demikian, DKK Balikpapan tetap meningkatkan kewaspadaan, seiring perubahan cuaca dan tingginya mobilitas masyarakat, terutama pasca libur panjang akhir tahun.

Alwiati menekankan bahwa cuaca bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi penularan influenza.

“Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat masih menjadi faktor penting. Jika ini diabaikan, risiko penularan flu bisa meningkat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan mengimbau warga Balikpapan yang mengalami gejala flu seperti demam, batuk, dan pilek untuk menggunakan masker saat beraktivitas di ruang publik.

Kelompok rentan, termasuk Lansia dan penderita penyakit kronis, juga dianjurkan meningkatkan perlindungan diri saat berada di luar rumah.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza secara berkala, menjaga imunitas tubuh dengan asupan vitamin, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.

“Pencegahan tetap menjadi kunci utama. Walaupun Balikpapan belum mencatat kasus superflu, kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar penularan tidak terjadi,” demikian Alwiati.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: