Ilustrasi (foto : istimewa/net)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja. Seperti yang terjadi di salah satu kafe di Tarakan, Kalimantan Utara. Salah seorang karyawan, IS, diduga melakukan tindak asusila terhadap balita perempuan di toilet.

Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi mengatakan, kasus pelecehan seksual itu terungkap setelah orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tarakan.

“Tersangka kita amankan, Jumat (21/2) di tempat kerjanya, setelah orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tarakan,” kata Aldi, Minggu (23/2).

Untuk kronologinya, Aldi menjelaskan, korban bersama orang tuanya saat itu tengah makan di salah satu kafe di Tarakan, Senin (17/2) lalu. Saat berada di kafe, korban seorang diri pergi ke toilet, dengan maksud ingin buang air.

“Korban juga sempat diikuti pelaku. Kemudian pelaku yang saat itu mau mengganti tisu di toilet, melihat korbannya berada di dalam toilet,” pungkasnya.

Melihat korban sendirian di dalam toilet, lanjut Aldi, dengan cepat IS ikut masuk dan mengunci pintu toilet tersebut. Saat itu pula, IS langsung berbuat tidak senonoh terhadap korban.

“Selain itu tersangka juga sempat mengancam, sehingga korbannya tidak melawan dan melapor kepada orang tuanya,” terang Aldi.

Korban, tambah Aldi, baru melaporkan kejadian tersebut beberapa hari setelahnya kepada orang tuanya. Setelah dilaporkan ke Polres Tarakan, polisi bersama orang tua korban langsung mengamankan IS di tempat kerjanya. “Kebetulan korban masih mengenali pelaku, dan pelaku kita amankan ke Mako Polres Tarakan,” sebut Aldi.

Saat diperiksa, Aldi mengungkapkan, IS mengakui semua perbuatannya kepada korban dan berdalih baru pertama kali melakukan aksi tersebut. Tidak hanya itu, IS juga mengaku tidak sengaja melihat korban sendirian di toilet, sehingga timbul niatnya untuk melakukan pelecehan seksual kepada korban. IS pun kini ditetapkan tersangka.

“Untuk saat ini, tersangka sudah dilakukan penahanan di Rutan Polres Tarakan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dan proses penyidikan lebih lanjut,” tandasnya. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *