PAUD tempat hilangnya balita Yusuf (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Sebelas hari hilangnya Ahmad Yusuf Ghazali, balita 4 tahun, di sekolah PAUD sekaligus penitipan di Jalan AW Syachranie Samarinda, Kalimantan Timur, sampai hari ini belum terungkap. Kalangan orangtua pun dibuat resah dengan kasus itu.

“Kepolisian harus lebih proaktif, lebih serius untuk mengungkap kasus ini. Kalau dibilang khawatir, tentu kita orangtua khawatir karena belum terungkap kan?” kata Fadhil (40), warga Jalan Ir H Juanda, Samarinda, kepada Niaga Asia, Senin (2/12).

“Pemerintah daerah, juga mesti proaktif juga datang ke PAUD, ke penitipan anak di Samarinda, mengimbau agar lebih hati-hati saat anak berada di jam belajar PAUD. Kalau bisa lengkapi dengan CCTV,” ujar Fadhil.

Dikonfirmasi, Bambang Sulistyo (37), orangtua dari balita Yusuf pun mengungkap yang sama. Sejauh ini, belum ada titik terang upaya penyelidikan yang dilakukan kepolisian, untuk mencari keberadaan balitanya itu.

“Belum ada titik terang. Semua upaya, kami juga dari orangtua, terus kami lakukan. Teman, keluarga, sampai di Kalimantan Utara, juga ikut membantu,” ujar Bambang.

“Setiap ada informasi yang saya dapatkan, saya selalu cek, memastikan. Misal ada yang melihat mirip anak saya, saya cek ternyata bukan. Apapun itu, setiap informasi pasti saya cek,” tambah Bambang.

Ditemui di Polresta Samarinda, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengakui, penyelidikan hilangnya balita Yusuf, memang masih belum ada titik terang. “Belum ada titik terang. Minim saksi, tapi tim opsnal kami terus bergerak,” kata Damus.

Damus juga enggan berkesimpulan, balita Yusuf diduga dibawa orang lain. “Belum mengerucut ke dugaan dibawa orang lain. Kasus ini masih ditangani Polsek, kami backup. Belum ada tim Polda (ikut melakukan backup penyelidikan),” demikian Damus.

Diketahui, balita Yusuf diketahui hilang Jumat (22/11) sore, sekira pukul 15.00 Wita. Saat itu, ada 2 ibu asuh/pendamping, dimana 1 ibu asuh mengasuh 7 anak. Saat salah satu ibu asuh buang air kecil, Yusuf bersama anak lain dijaga ibu asuh kedua, yang kemudian membuat susu di dapur.

Namun, usai buang air kecil, ibu asuh pertama tidak lagi melihat Yusuf. Kepala Sekolah PAUD Jannatul Athfaal Mardiana melaporkan itu ke orangtua Yusuf. Hingga akhirnya, orangtua korban melapor ke Polsek Samarinda Ulu, sehari kemudian, Sabtu (23/11) lalu. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *