Ax
Penumpang turun dari pesawat yang parkir di apron Bandara APT Pranoto Samarinda (foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda yang dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kemenhub, segera naik kelas menjadi kelas I. Rencananya, bandara yang belum genap berusia 6 bulan itu, bakal dikelola seperti Bandara Hang Nadim Batam.

Tim penilai dari Kemenhub dan KemenPAN, Kamis (4/4) kemarin, turun langsung memberikan penilaian Bandara APT Pranoto. Kenaikan kelas bandara, menjadi prestasi UPBU APT Pranoto.

“Sedang proses ke kelas I. Artinya, bisa jadi BLU (Badan Layanan Umum). Kedepan, ya bisa seperti (Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim) di Batam,” kata Kepala UPBU APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi, dikonfirmasi Jumat (5/4) malam.

Kenaikan kelas I itu, akan berdampak pada pemasukan negara, misalnya berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan kenaikan anggaran rutin, untuk mempercantik Bandara APT Pranoto.

Ada sederetan alasan, Kemenhub menaikkan kelas Bandara APT Pranoto. Mulai dari jumlah penumpang, hingga pergerakan pesawat dari dan ke bandara dengan runway 2.250×45 meter itu.

“Pertama, jumlah pax (penumpang). Kita rata-rata sehari, 3.500. Rute baru ke Yogyakarta hari ini, bakal bertambah sekiar 400 penumpang, dan jadi rata-rata 4.000 penumpang perhari. Estimasi, dalam setahun 1,4 juta penumpang,” terang Dodi.

“Sedangkan desain terminal, hanya 1,5 juta penumpang. Belum lagi antrean rute-rute berikutnya dari dan menuju Samarinda. Seperti Denpasar, Semarang, Bandung, Kendari, Maratua dan Palu. Bandara APT Pranoto sebagai feeder, sebagai HUB. Kalimantan kedepan bisa tersambung semua,” ungkap Dodi.

Selain jumlah penumpang, alasan lainnya adalah pergerakan pesawat, dan SDM, hingga kinerja bandara. Maka dari itu, tim Kemenhub dan KemenPAN, perlu datang langsung memberikan penilaian.

“Soal kelengkapan safety bandara, sudah disetujui Bu Dirjen (Dirjen Perhubungan Udara). Peralatan AFL (Air Field Lighting) seperti lampu runway, dan ILS (Instrument Landing System). Anggarannya hampir Rp 20 miliar, tahun ini direalisasikan,” tutup Dodi. (006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *