Pjs Gubernur Kaltara bersama Kadis Perdagangan Kaltara dan Sekretaris Daerah Pemkab Nunukan meninjau toko Indonesia di perbatasan Indonesia Kecamatan Krayan (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Teguh Setyabudi, meninjau pelaksanaan pembangunan Toko Indonesia di Kecamatan Krayan yang direncanakan mulai beroperasi akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltara Hartono mengatakan, progres fisik pembangunan Toko Indonesia di Krayan telah rampung 100 persen, sedangkan untuk toko Indonesia di perbatasan Sebatik masih dalam tahap pembangunan.

“Saya bersama pak gubernur kemarin meninjau pembangunan di Krayan, ternyata untuk listrik dan air bersih belum tersedia,” katanya, Jum’at (16/10).

Untuk mengoperasikan bangunan yang telah rampung, Pemerintah Kaltara dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), apakah pekerjaan finishing lengkap dengan listrik dan air atau sebatas pekerjaan fisik.

Listrik dan sanitasi air sangat dibutuhkan untuk kegiatan pertokoaan, sebab untuk menempatkan barang-barang perdagangan dan aktifitas kegiatan pasar, tentunya membutuhkan kedua sarana penting tersebut.

“Tahun ini di APBD perubahan kita siapkan anggaran modal usaha untuk pelaku usaha di toko Indonesia sekitar Rp 400 juta,” sebutnya.

Memiliki luas bangunan sekitar 30 x 40 meter, toko Indonesia yang diprogramkan dan mulai dibangun tahun 2017 diperkirakan menampung 20 pelaku usaha UMKM, adapun produk yang diperdagangan murni berasal dari Indonesia.

Aturan main pengadaan barang menggunakan sistem lelang yang pembayarannya dilakukan setelah barang tiba, namun karena saat ini menjelang Pilkada, muncul wacana baru agar pengelolan toko sementara waktu diserahkan Perusda.

“Ini masuk Pilkada, perlu ke hati-hatian jangan sampai salah sasaran terbentuk opini tidak baik, ada usulan pengelolaan sementara diserahkan ke lembaga daerah,” kata Hartono.

Sambil menunggu kegiaan toko perjalan, pemerintah nantinya akan merencanakan ulang pengelolaan toko dengan melibatkan koperasi atau BUMdes sebagai pengelola dan penanggung jawab.

Terbangunnya toko Indonesia secara otomatis akan mengatasi disparitas harga yang selama ini menjadi problem bagi masyarakat Krayan, pelaku usaha di toko harus menjual barang sama dengan harga di wilayah kecamatan Nunukan

“Harga barang di toko Indonesia pasti murah, karena ongkos pengiriman barang di subsidi lewat SOA penerbangan,” terangnya.

Secara terpisah, Camat Krayan Heberly berharap toko Indonesia bisa menampung produk lokal asli kecamatan seperti, beras adan, garam gunung serta lembaga yang ditunjuk mengelola diberikan modal usaha.

“Sesuai pembicaraan, mekanisme pengelolaan toko indonesia diserahkan ke lembaga apakah badadn usaha milik daerah atau apa nantinya, setelah itu diserahkan ke UMKM,” ujarnya.

Terhadap kebutuhan listrik, Hiberly mengaku belum bisa memastikan kapan terpasang, sebab sampai hari ini belum ada aliran aliran listrik wilayah kesana, akan tetapi pemerintah Kaltara tetap mengupakan secepat mungkin.

“Saya kira perlu waktu lama mengoperasikan toko Indonesia jika standarnya harus menunggu kelengkapan listrik dan air terpasang,” bebernya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *