aa
H Rusman Yak’ub. (Foto Niaga.Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Banjir besar yang melanda Samarinda saat ini, kata Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Rusman Yak’ub karena tidak adanya konsistensi dalam penanggulangan dan pencegahannya oleh Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Banjir basar yang menyengsarakan rakyat ini bukan yang pertama, dan bukan pula yang terakhir sebab, tak ada konsistensi dalam penanggulangan, bahkan pencegahan. Kalau pemerintah tidak mau disalahkan, terus siapa yang harus disalahkan,” tegas Rusman dalam interupsinya yang disampaikan saat berlangsung Rapat Paripurna DPRD Kaltim tentang Penyampaian LKPD dan LKPJ Pemerintah Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2018 yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kaltim, HM Syahrun HS, Selasa (11/9/2019).

Anggota DPRD Kaltim dari Kota Samarinda ini seusai sidang kepada awak media juga memperlihatkan kegusarannya atas ketidakkonsistenan penanggulangan banjir dan kegagalan Dinas Pekerjaan Umum memahami masalah banjir. “Tiap 10 tahun, mulai tahun 1998, Samarinda dilanda banjir besar,” ujarnya.

Padahal, lanjut Rusman yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan ini, titik banjir, atau kawasan yang selalu dilanda banjir ya, itu-itu juga sepanjang tahun. Inti persoalannya juga sama, air menggenangi wilayah yang sama, termasuk permukiman dimana dia tinggal. “Rupanya selama ini tidak ada yang ahli mengatasi bagaimana air dialirkan ke luar dari kawasan yang sudah langganan banjir,” ungkapnya.

Dia berharap, pasca banjir sekarang, Dinas Pekerjaan Umum Kota Samarinda dan Provinsi Kaltim bersinergi menyusun rencana kegiatan penanggulangan banjir yang komprehensif, berkelanjutan sepanjang tahun, bukan seperti selama ini yang terputus-putus. “Tanpa adanya konsistensi, banjir besar akan terulang terus,” kata Rusman. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *