Banjir dan Longsor di Maluku Barat Daya, 418 Orang Mengungsi

Bencana longsor di daerah Kabupaten Maluku Barat Daya hari Kamis 30 Juni 2022 (Foto : handout/BPBD Maluku Barat Daya)

JAKARTA.NIAGA.ASIA – Banjir dan tanah longsor di wilayah Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, mengakibatkan sejumlah keluarga mengungsi. Bencana hidrometeorologi basah itu terjadi Kamis 30 Juni 2022 sekitar pukul 20.36 Waktu Indonesia Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melaporkan dua desa di dua kecamatan terdampak, yaitu Desa Jesuru di Kecamatan Pulau Romang dan Desa Wulur di Damer. Akibat peristiwa itu, sebanyak 88 kepala keluarga (KK) atau 418 jiwa mengungsi.

BPBD setempat tidak merinci warga yang mengungsi akibat banjir maupun longsor. Sejauh ini data populasi terdampak terus diperbaharui.

“Tidak hanya dampak korban, pemerintah daerah juga mengidentifikasi kerusakan ringan 64 rumah dan 4 jembatan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari lewat pernyataan tertulis, Minggu.

Penanganan darurat telah dilakukan oleh personel BPBD yang dibantu aparat desa setempat. Bantuan logistik pun didistribusikan kepada warga terdampak. Tercatat sembako yang dikirimkan oleh BPBD antara lain beras, mie instan dan lauk pauk.

Banjir dan tanah longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan terdampak pada malam hari. Menurut laporan BPBD struktur tanah yang labil juga memicu terjadinya longsoran. Sedangkan pantauan saat banjir terjadi, tinggi muka air berkisar 50 – 70 cm.

“Sebelum peristiwa ini terjadi, BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya telah meneruskan informasi peringatan dini cuaca kepada pihak desa maupun masyarakat. Hal tersebut membantu kesiapsiagaan masyarakat untuk menghindari dampak bencana yang terjadi,” ujar Muhari.

Sementara itu, Bupati Maluku Barat Daya telah mengeluarkan keputusan penetapan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah Longsor. Surat keputusan itu bernomor: 362 -209 Tahun 2022. Masa berlaku status tanggap darurat terhitung sejak 30 Juni sampai dengan 13 Juli 2022 atau 14 hari.

Berdasarkan kajian inaRISK, Kecamatan Pulau Romang termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dan tanah longsor pada kategori tinggi, sedangkan wilayah Damer pada kategori bahaya banjir.

Sementara itu, prakiraan cuaca pada hari ini, Minggu 3 Juli 2022, dua kecamatan terdampak berpeluang berawan – cerah berawan.

“BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang,” tutup Muhari.

Sumber : Pusat Informasi BNPB | Editor : Saud Rosadi

 

Tag: