Bantu Bikin Kole-kole, Satgas Yonif 611/Awl & Warga Kampung Kweel di Papua Sudah Seperti Saudara

Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 611/Awl membantu warga membuat perahu tradisional. Oleh warga setempat disebut Kole-kole. (Foto : Korem 091/ASN)

MERAUKE.NIAGA.ASIA – Prajurit TNI dari Satgas Pengamanan Perbatasan dari Yonif 611/Awang Long terus menggelar komunikasi sosial (Komsos), bersama dengan masyarakat di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini (PNG). Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Satgas Yonif 611/Awang Long Kodam VI/Mulawarman, dengan suka rela membantu masyarakat kampung Kweel, untuk membuat perahu tradisional. Atau, dalam bahasa setempat disebut Kole-kole.

Demikian disampaikan Dansatgas Yonif 611/Awang Long Mayor Inf Albert Frantesca, dalam keterangannya di Merauke, Papua, Selasa (2/3).

“Demi terwujudnya kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat, prajurit Satgas ditekankan keprofesialisme dalam melayani setiap laporan dari masyarakat, sekecil apapun itu. Tidak pandang siapapun itu,” kata Albert, dikutip Niaga Asia melalui Penrem 091/ASN.

Bantuan Satgas Yonif 611/Awang Long, berawal dari laporan masyarakat kampung Kweel kepada Pos Kweel Satgas Yonif 611/Awang Long, yang meminta bantuan dalam pembuatan perahu tradisional (Kole-Kole) sebagai transportasi untuk mencari ikan masyarakat Kweel.

Dengan sigap, Pos Kweel Satgas Yonif 611/Awang Long menerjunkan prajuritnya dalam membantu masyarakat Kweel. Pergerakan tersebut dipimpin langsung oleh Sertu Arif M Jalil selaku Danpos Kweel.

Albert menambahkan, kegiatan yang dilakukan juga sebagai salah satu cara untuk mempererat silaturahmi dan kedekatan hubungan dengan masyarakat.

“Diketahui bahwa untuk menjangkau kampung Kweel, yang merupakan daerah binaan dari Pos Kweel Satgas Yonif 611/Awang Long tidak bisa hanya dilalui dengan transportasi darat, tetapi harus ditempuh menggunakan transportasi air,” ujar Albert.

Albert menerangkan, hal itu tidak membuat patah semangat dan keikhlasan prajurit, dalam membantu masyarakat kampung Kweel, untuk membuat perahu Kole-kole.

“Bahwa hubungan antara Pos Kweel dan masyarakat, sudah seperti bagian dari keluarga. Untuk itu tidak ada kata pamrih bagi pos Kweel, dalam membantu masyarakat yang merupakan bagian dari keluarga untuk itu. Sebisanya kita, bantu mereka dengan keadaan yang kita punya,” kata Danpos Kweel Sertu Arif M Jalil.

Sementara itu Dominicus Dhomjae (63), suku Yeenan warga kampung Kweel pemilik perahu tradisional itu mengapresiasi bantuan Satgas Yonif 611/Awang Long.

“Banyak terimakasih, dan merasa senang atas bantuan yang diberikan oleh Satgas Yonif 611/Awang Long,” demikian Dominicus. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *