aa
Marisa, salah satu penerima bantuan kaki palsu sedang diukur kakinya di Makorem 091/ASN disaksikan perwira penanggung jawab Bakti Sosial TMMD Ke-103. (Foto Penrem 091/ASN)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Kerja sama antara Kick Andy Foundation dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tahun ini kembali memberikan bantuan kaki palsu kepada penyandang disabilitas di Kaliamantan Timur dengan jumlah penerima sebanyak 38 orang.

Rincian penerima bantuan per Kodim (Komando Distrik Militer) di Kaltim adalah; Kodim 0901 Samarinda 5 orang, Kodim 0902 Tanjung Redeb 3 orang, Kodim 0905 Balikpapan 3 orang, Kodim 0906 Tenggarong 10 orang, Kodim 0908 Bontang 1 orang, Kodim 0909 Sangatta 1 orang, Kodim 0912 Kutai Barat 5 orang dan Kodim 0913 Penajam Paser Utara 4 orang.

Untuk kepentingan tersebut, dihari penutupan TMMD ke 103 di Desa Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kukar, Provinsi Kaltim, para Babinsa Jajaran Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) mendampingi dan membawa warga binaan mengukur kaki palsu, di Hall Makorem 091/ASN Jl. Gajah Mada No. 11 Samarinda, Jum’at (2/11/2018).

Pgs Pasi Bakti Staf Teritorial Korem  091/ASN Lettu Inf Imam Nawawi menyampaikan bahwa, kegiatan  bantuan sosial (bansos) ini adalah kegiatan dalam rangka penutupan TMMD ke 103 di Desa Melintang dan bantuan kaki palsu dari Kick Andy Foundation ini di hadiri KASAD Jenderal TNI Mulyono pada Selasa 13 November 2018.“Dalam kegiatan tersebut Kasad akan menyerahkan alat bantu kaki palsu dari perwakilan Korem 091/ASN khususnya Babinsa dan warganya secara sembolis menerima bantuan kaki palsu gratis dari Kasad,” ungkap Imam.

aa
Calon penerima bantuan kaki palsu dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim Tahun 2018 yang difasilitasi KASAD Jenderal TNI Mulyono-Kick Andy Fondation. (Foto Penrem 091/ASN)

Salah seorang penerima bantuan kaki palsu, Marisa (22th) warga desa Long Nurang,  Kecamatan Telen  Kutai Timur, binaan Sertu Harianto Babinsa Koramil 0909-03 Muara Wahau mengaku sangat senang karena sangat membutuhkan kaki Palsu. Wajah Marisa saat  diukur kakinya tampak sangat bersemangat dan gembira dengan kegiatan yang sedang dijalaninya .

“Saya sangat senang sekali Pak, karena sudah lama saya mendambakan kaki palsu,” katanya. Marisa mengaku karena tidak mampu membeli kaki palsu, sejak usia 4 tahun menggunakan tongkat. “Kaki saya “hilang” karena kecelakaan,” sambungnya. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *