Baru Sehari Gabung, Driver Bajaj MaxRide Raup Rp380 Ribu

Pemilik Vahana Bajaj Sukses Tenggarong Adi. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Kehadiran bajaj berbasis aplikasi di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai membuka peluang baru bagi para driver lokal, terutama mantan ojek pangkalan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan penumpang.

Salah satunya dirasakan Suprayono, warga Tenggarong yang kerap mangkal di depan Museum Mulawarman dan kini beralih dari ojek pangkalan menjadi driver bajaj melalui aplikasi MaxRide.

Pria berusia 65 tahun ini mengaku keputusan tersebut diambil setelah penghasilannya terus menurun akibat sepinya penumpang di pangkalan.

“Dulu ojek pangkalan, tapi sekarang sepi. Jadi waktu ada ini, saya coba ikut,” ujarnya kepada Niaga.Asia, Jumat (10/4/2026).

Informasi soal peluang kemitraan MaxRide ini diperoleh Suprayono dari rekan-rekan sesama driver yang biasa mangkal di sekitar Museum Mulawarman. Setelah mengajukan diri, ia pun langsung diterima dan bisa membawa pulang satu unit bajaj untuk mulai beroperasi.

Peralihan menggunakan sistem aplikasi ini menjadi pengalaman baru bagi Suprayono. Jika sebelumnya dia hanya menunggu para penumpang datang, kini ia bisa mendapatkan order melalui aplikasi, sehingga lebih fleksibel.

“Sekarang pakai aplikasi, jadi lebih gampang dapat penumpang,” katanya.

Selain sistem yang lebih praktis dan mudah, tarif yang ditawarkan juga relatif lebih murah. Ia mencontohkan perjalanan dari kawasan Tangga Arung Square ke Gunung Sentul hanya dikenakan biaya sekitar Rp8 ribu, lebih rendah dibanding ojek pangkalan yang bisa mencapai Rp15 ribu.

Meski tarif lebih terjangkau, pendapatan yang diperoleh justru meningkat. Pada hari pertama beroperasi, Suprayono mampu meraup penghasilan hingga Rp380 ribu.

“Hari pertama kemarin ramai, dapat sekitar Rp380 ribu,” bebernya.

Bajaj MaxRide Tenggarong. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

Angka itu jauh melampaui penghasilannya saat masih menjadi ojek pangkalan di depan Museum Mulawarman yang terkadang hanya sekitar Rp60 ribu per hari.

Dari sisi kemitraan, sistem yang diterapkan juga dinilai Suprayono, sangatlah ringan. Para driver tidak diwajibkan memiliki kendaraan sendiri, melainkan cukup menyewa dengan setoran harian sebesar Rp35 ribu.

“Cukup setoran Rp35 ribu per hari, itu sudah termasuk sewa. Nggak ada DP atau biaya lain,” jelasnya.

Pemilik Vahana Bajaj Sukses Tenggarong, Adi, menyebut saat ini terdapat 12 unit bajaj yang telah beroperasi dengan jumlah driver yang sama. Mereka adalah warga asli Kukar.

“Sementara ada 12 driver untuk 12 kendaraan. Kita prioritaskan warga Tenggarong dengan syarat KTP Kukar dan SIM A. Ke depan, kita berlakukan sistem sewa untuk rekan-rekan driver,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Bajaj dan MaxRide wilayah Kalimantan, Adhi, turut menjelaskan bahwa satu unit bajaj memiliki kapasitas hingga tiga penumpang. Kendaraan ini menggunakan bahan bakar bensin dan diklaim cukup irit.

“Kalau tanpa penumpang 1 liter itu bisa untuk menempuh perjalanan sejauh 25 kilometer, kalau dengan penumpang, ya kira-kira sekitar 24 kilometer,” paparnya.

Selama masa uji coba, pihaknya juga memberikan berbagai promo tarif melalui aplikasi MaxRide. Dalam beberapa kasus, tarif perjalanan yang normalnya Rp14 ribu bisa turun menjadi Rp4 ribu hingga Rp6 ribu.

“Hitungan tarif kita per 3 kilometer, tapi karena ada promo, jadi jauh lebih murah. Sistemnya juga sama seperti aplikasi transportasi lainnya, tinggal download MaxRide,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: