Basarnas : Korban Meninggal Gempa Sulbar 81 Orang

Tim Basarnas menyisir reruntuhan bangunan di Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (18/1) pagi. (Foto : HO/Basarnas)

MAMUJU.NIAGA.ASIA – Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melansir korban meninggal pascagempa di Sulawesi Barat, Jumat (15/1) lalu, sampai pagi ini berjumlah 81 orang. Basarnas dari berbagai daerah yang bergabung dalam operasi SAR di Mamuju dan Majene, terus berupaya menyisir reruntuhan bangunan.

Basarnas mendirikan posko induk SAR Mission Coordinator (SMC) di belakang kantor Gubernur Sulbar, di Mamuju. Posko itu menjadi pusat koordinasi SAR Basarnas.

Tim Basarnas Balikpapan yang juga berada di lokasi bencana gempa di Mamuju melaporkan data SMC per pukul 10.29 WITA pagi ini, dari pencarian Basarnas bersama unsur SAR gabungan, korban selamat berjumlah 18 orang.

“Korban meninggal di Mamuju 70 orang, dan Majene 11 orang. Jumlah korban meninggal dunia 81 orang,” kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, dikutip Niaga Asia dari penjelasan dia, Senin (18/1).

Octavianto menerangkan, hari ini, operasi SAR Basarnas memasuki hari keempat. Tim Basarnas gabungan bersama unsur SAR lain, membagi tim menjadi beberapa bagian dan sektor pencarian.

“Untuk mencari korban yang kemungkinan masih tersisa (korban tertimbun bangunan ambruk) usai gempa,” ujar Octavianto.

Usai penyisiran Basarnas melakukan sterilisasi di lokasi reruntuhan. (Foto : HO/Basarnas)

Sampai hari ini, lanjut Octavianto, relawan kebencanaan terus berdatangan membantu operasi SAR pencarian korban. “Baik itu dari Sulawesi Selatan, Tengah, Tenggara dan relawan Sulawesi Barat,” tambah Octavianto.

Pagi ini, sekitar pukul 09.37 WITA, Basarnas Balikpapan telah menyisir lokasi reruntuhan ruko di Jalan KS Tubun, Mamuju. Sejauh ini, belum ditemukan kembali korban di bawah reruntuhan.

“Kondisi aman. Tidak ditemukan tanda korban, atau bau menyengat, maupun suara yang mencurigakan. Sementara masih nihil,” ungkap Octavianto.

“Wilayah KS Tubun sudah kita sterilisasi. Semoga tidak ada tambahan korban lagi. Kita sudah imbau masyarakat, kalau ada yang mencurigakan kemungkinan korban (tertimpa reruntuhan), agar segera lapor ke Basarnas di posko induk SMC,” terang Octavianto.

Untuk diketahui, SMC diperkuat tim INASAR Basarnas 18 orang, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Mamuju 27 orang, KPP Makassar 18 orang, KPP Balikpapan 27 orang, KPP Gorontalo 10 orang, serta KPP Palu 12 orang.

“Selain itu juga 45 unsur SAR baik dari TNI, Polri, BNPB, dan relawan kebencanaan,” demikian Octavianto. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *