Bawa Sabu 6 Kilogram ke Parepare, Tiga Penumpang KM Adithya Ditangkap

Kapolsek KSKP Nunukan AKP Alimin bersama Kasdim 0911/NNK Mayor Inf Aditya Susanto dan Perwakilan Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Polsek Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka Nunukan, mengamankan 3 penumpang KM Adithya sekaligus  kurir narkotika golongan I jenis sabu seberat 6 kilogram yang dibungkus kain stagen , kemudian dililitkan ke badan di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Masing-masing tersangka membawa 2 bungkus sabu seberat 2 kilogram yang disembunyikan dibalik stagen,” kata Kapolsek KSKP Nunukan, AKP Alimin pada Niaga.Asia, Rabu (16/02/2022).

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Kasdim 0911/NNK Mayor Inf Aditya Susanto kepada KSKP Nunukan, terkait kemungkinan adanya penyelundupan barang terlarang pada keberangkatan KM Adithya yang sandar di pelabuhan Nunukan tujuan Parepare, Sulawesi Selatan.

Atas informasi itu, KSKP Nunukan memperketat pengawasan dan pemeriksaan kepada seluruh penumpang dibantu personel Kodim 0911/NNK, Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit dan Bea Cukai.

“Saya perintahkan personel melakukan razia semua penumpang yang berlayar hari ini,” kata Alimin.

Dari pengawasan ketat ,  pertama diamankan  HIS (25) yang  saat itu sudah  berada diatas kapal. Dari tangan HIS ditemukan 2 bungkus sabu seberat 2 kilogram diletakkan dibagian perut dan dilindungi dengan stagen.

Setelah mengamankan HIS, kata Alimin, kemudian petugas mendapatkan keterangan  bahwa ada 2 orang temannya RIN (28) dan DAR (23) juga membawa sabu masing-masing 2 kilogram yang modusnya serupa menyimpan dibalik stagen.

“HIS ditangkap diatas kapal, sedangkan RIN dan DAR diamankan di bawah kapal, masing-masing membawa 2 kilogram sabu,” ungkap Alimin.

Diterangkan, HIS dan DAR adalah pekerja kebun kelapa sawit di Kalabakan, Sabah, Malaysia. Dari membawa sabu itu, keduanya dijanjikan upah sebesar 10.000 Ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 35 juta jika berhasil membawa sampai Parepare.

Untuk melancarkan penyelundupan sabu, ketiga tersangka diberikan uang jalan oleh bandar sabu sebesar 3.000 RM. Jika telah berhasil membawa barang ke Parepare, diberikan lagi uang tambahan 10.000 RM.

“Mereka ini hanya kurir sabu, HIS dan DAR bertindak mengambil sabu dari Malaysia, kemudian sampai Nunukan bertemu lagi dengan RIN,” terangnya.

Tersangka dicurigai membawa barang terlarang karena sudah berada dalam kawasan pelabuhan sebelum jam embarkasi dibuka  bagi penumpang.

“Ketiganya  kini diamankan di Mako KSKP Tunon Taka Nunukan. Ancaman Pasal 112 junto 114 Undang – Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkas Alimin.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: