Bawang Goreng dari Nunukan Merambah Pasar Tawau dan Tarakan

bawang
Bawang goreng produk Hayati. (budi anshori)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Bawang goreng hasil olahan industri rumah tangga dari Nunukan kini merambah pasar Tawau, Malaysia dan Tarakan. Volume permintaan dari Tawau dan Tarakan dalam beberapa bulan ini terus meningkat.

Ibu Hayati, warga jalan Pasar Lama, Kecamatan Nunukan adalah satu pengusaha mikro diusaha bawang goreng mengaku omset lebih Rp9 juta per bulan.“Awalnya satu minggu 5 kilogram, lalu meningkat 15 kilogram. Permintaan dari Malaysia secara keseluruhan per minggu bisa 200 kilogram,” kata Hayati pada Niaga.asia, Sabtu (10/3).

Menurutnya, usaha bawang gorengnya semula hanya untuk konsumen di Nunukan, tapi lama-kelamaan berkembang menembus pasar luar daerah seperti kota Tarakan dan kemudian merambah ke Tawau, Malaysia. “Saya juga tidak menduga,” kata Hayati yang juga aktif dalam kelompok pengusaha wanita ini.

hayati
Pengolahan bawang goreng.

Pasar Tawau sangat menarik karena harga jual menggunakan mata uang ringgit Malaysia, sedangkan bawang sebagai bahan baku dibeli menggunakan rupiah. Bahkan Hayati mengaku sempat ditawari pengusaha Malaysia menjual produknya menggunakan merek Malaysia, tapi dia menolak. “Saya tidak mau bawang goreng saya diklaim Malaysia,” ujarnya. Dari itu Hayati bertekat mengurus legalitas usaha dan merek bawang goreng olahannya, termasuk izin kesehatan dan merek, sehingga produknya dilindungi peraturan perundang-undangan, jadi legal.

Dikatakan Hayati, usaha bawang goreng bisa menjadi usaha produktif dan bisa meningkatkan penghasilan rumah tangga dan membuat perempuan menjadi produktif. Dari itu dia meminta Pemkab Nunukan membantu  mempromosikan dan merekomendasi perusahaan-perusahaan yang ada di Nunukan menggunakan produk bawang goreng lokal.

Pengusaha mikro  di Nunukan sering kali usahanya sulit berkembang karena faktor tidak mempunyai dana untuk promosi dan pemasaran, sehingga lama-lama stop berproduksi. “Coba bupati  mendanai biaya promosi, misalnya membantu pengusaha kecil mengikuti pameran produk olahan di Tawau dan Nunukan, pasti perempuan bersemangat memproduksi apa saja dari bahan bakunya ada di Nunukan,” harap Hayati. (002)