aa
Mizyan Haziq Abdillah, menderita kulit melepuh. (Foto Istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Bayi menderita kulit sekujur tubuh melepuh dan mengelupas  kembali dirujuk ke RSUD Nunukan. Sebelumnya, bayi pasangan suami istri Nurul Qomari dan Finki Kurnia ini sebelumnya sempat dirawat di RSUD Malinau dan Tarakan.

Bayi  bernama Mizyan Haziq Abdillah usia 6 bulan ini menurut hasil pemeriksaan dokter RSUD Tarakan terkena infeksi bakteri. Awalnya, petugas Puskesmas menduga balita hanya tertular penyakit kulit alergi biasa.

Memasuki usia 3 bulan, sebagian tubuh Mizyan ditumbuhi sejenis bisul – bisul kecil. Dari gelaja itu, petugas Puskesmas memberikan obat-obatan standar, namun semakin lama butiran kecil melepuh semakin menyebar disekujur tubuhnya.

“Awal lahir anak saya sehat normal, sejak usia umur 3 bulan muncul bintik-bintik merah disebagian tubuhnya,” kata Nurul Qomari, Selasa (5/11/2019).

Nurul Qomari adalah warga transmigrasi yang bermukim SP II Desa Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan yang sehari-harinya bekerja dikebun dengan penghasilan tidak menentu.

Sejak anaknya sakit, Nurul Qomari terus berusaha mencari kesembuhan anaknya dengan membawa ke RSUD Malinau termasuk RSUD Tarakan, bahkan balita sempat ditangani dokter spesialis kulit yang hasilnya sedikit membaik.

“Diagnosa  dokter rumah sakit dan dokter spesilais kulti bermacam-macam, ada bilang penyakit Varieties, Darmatitit dan Staphylococcal scalded skin syndrome (S4),” ucapnya.

aa
Bayi Mizyan Haziq Abdillah bersama ibunya Finki kurnia diruang rawat RSUD Nunukan (Foto Istimewa)

Bintik-bintik merah di tubuh bayinya sempat berkurang, sehingga dokter kulit RSUD Nunukan yang menangani  mengizinkan anaknya dibawa pulang dengan syarat terus melakukan rawat jalan dan kontrol rutin.

“Dalam keadaan dana terbatas, saya tidak bisa lagi kontrol rutin kesehatan anak, disanalah mulai kembali penyakitnya menyebar di tubuh anak kami,” kata Nurul.

Kondisi kesehatan bayinya terus menurun, hampir sekujur tubuh terserang menyakit bintik-bintik merah dari kaki hingga begian kepala, rasa gatal dan perih membuat balita merasa gelisah dan terus menangis sepanjang hari.

Menurut Nurul, obat-obatan tablet dan salep kulit dari dokter tidak maksimal mengobati penyakit anaknya. Tubuh Mizyan terus terkelupas. Atas saran Puskesmas dan warga setempat, maka dia membawa anaknya kembali ke RSUD Nunukan.

“Hari ini saya bawa Mizyan ke RSUD Nunukan, dokter disana lagi berusaha mencari solusi pengobatan anak kami,” tuturnya.

Penyakit yang diderita Mizyan Haziq Abdillah viral di media sosial sejak pemilik akun facebook Muhammad Mansur Rincing memposting video dan gambar, sejumlah netizen menyampaikan rasa priharin dan berdoa kesembuahan. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *