Rapat koordinasi terkait BBM dan LPG, dibuka Asisten I Suko Buono dihadiri OPD dan instansi terkait. (Foto: Wak Hedir Humas)

SANGATTA.NIAGA.ASIA – Masyarakat Kabupaten Kutai Timur mengeluh sulitnya mendapatkan dua Bahan Bakar Minyak (BBM), baik solar maupun premium, khususnya di Sangatta. Sebab, untuk mendapat BBM, harus bersiap – siap mengantri beberapa jam. Bahkan, kadang tidak sempat mendapatkan karena kehabisan. Penyebab diduga, karena marak pengetap, baik roda dua muapun roda empat, yang memodifikasi tangki BBM-nya.

Keluhan itu, mulai dilontarkan masyarakat di media sosial seperti di Forum Jual Beli Sangatta. Masyarakat meminta Pemerintah Kutim atau Dinas dan pihak terkait, agar bisa mencari solusinya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kutim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim dan instansi terkait, seperti Bagian Ekonomi, Kreatif, dan Dishub, Satpol PP, Polres Kutim, Pertamina, perwakilan beberapa SPBU, dan lainnya, duduk bersama membahas solusinya.

Pertemuan yang dibuka Asisten I Suko Buono ini menghasil kesimpulan, Pemkab Kutim dan pihak terkait dekat akan membentuk tim penertiban pengetap dalam waktu dekat. Berikut, melakukan sosialisasi ke masyakat tentang pengetap, kemudiaan membuat surat edaran kepada penjual/pengetap.

Hadir dalam pertemuan ini, Plt Asisten II Paulina, Kepala Satpol PP Didi Herdiansyah, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kutim, Pasombaran, Sekretaris Dishub, perwakilan pertamina, perwakilan SPBU dan pangkalan LPG dan lainnya. (hms15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *