Beli Kembang Api ke Sebatik, 4 WN Malaysia Diamankan Satgas Pamtas

Empat WN Malaysia diamankan Satgas Pamtas RI-Malaysia dari kesatuan Yonarmed 18/Komposit saat hendak mengambil kembang api yang dipesannya dari seorang warga Sebatik, Kamis malam (5/5/2022). (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia – Malaysia dari kesatuan Yonarmed 18/Komposit, mengamankan 4 orang Warga Negara (WN) Malaysia saat membeli kembang api di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, hari Kamis malam (5/5/2022) sekira pukul 23.00 WITA.

“Keempatnya masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal,” ungkap Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 18/Komposit,  Letkol Arm Yudhi Ari Irawan, pada Niaga.Asia, Jumat (6/5/2022).

Keempat WN Malaysia  itu terdiri 2 laki-laki dan 2 wanita diamankan sekitar 500 meter dari batok 8 perbatasan Indonesia – Malaysia.  Adapun identitas  mereka masing-masing BA (30) dan KI (17) laki- laki, NU (27) dan NR (15) perempuan. Mereka berasal dari wilayah Bergosong, Tawau, Sabah, Malaysia.

“Posisi keempatnya saat diamankan sudah masuk sekitar 500 meter dari patok perbatasan dan mereka tidak memiliki identitas dan dokumen,” kata Letkol Arm Yudhi.

Disebutkan, penangkapan WN Malysia itu berawal dari informasi intelijen terkait akan adanya pelintas batas warga asing memasuki wilayah Sei Limau, Sebatik, yang belum diketahui keperluan ataupun motif kunjungannya ke Indonesia.

Saat empat personel Satgas Pamtas patroli dipatok 7, Kamis malam sekitar pukul 23:00 Wita juga menemukan 4 remaja laki-laki dibawah umur warga Sebatik membawa karung.

“Dari hasil pemeriksaan petugas, empat remaja warga Sebatik tidak mengetahui isi karung yang dititipkan oleh pemilik warung di Sebatik dan tidak mengetahui pula akan diberikan kepada siapa,” ujar Letkol Arm Yudhi Ari Irawan.

Setelah dilakukan isi karung diperiksa, petugas menemukan 1 kotak ukuran besar kembang api merk shooting star, 3 kotak merk crosairs dan 6 batang kembang api sejenis mercun ukuran 1,8 milimeter.

“Kita tunggu sampai pukul 23:30 Wita, tiba-tiba muncul 4 orang warga Malaysia, tanpa dokumen paspor  ingin mengambil barang atau kembang api itu,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan WN Malaysia tersebut, kembang api dibeli dari warung di Sei Nyamuk, Sebatik, dan rencananya akan dibawa ke Bergosong Malaysia, untuk keperluan perayaan hari besar disana.

Terhadap perkara ini, Satgas Pamtas menyerahkan sepenuhnya penanganan pelanggaran kemigrasian ke kantor Imigrasi Nunukan, sedangkan untuk kepemilikan kembang api diserahkan ke Polres Nunukan.

“Perkara diserahkan ke masing-masing instansi, kami sebatas mengamankan bukan menangkap ya,” sebut Letkol Arm Yudhi Ari Irawan.

Dijelaskan Yuhdi, kepemilikan kembang api diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 17 tahun 2017 Tentang Perizinan, Pengamanan, Pengawasan dan Pengendalian Bahan Peledak Komersial yang bidang pengawasannya ditangani intelijen.

Perkap tersebut mengatur ketentuan bunga api/kembang api yang telah memiliki izin impor atau produksi dari kepolisian dalam hal ini Baintelkam Polri dengan ukuran dari 2 inci tidak memerlukan izin pembelian dan penggunaan.

“Kembang api diamankan Satgas berukuran kurang 1,8 inci dan secara aturan pembelian tidak melanggar dan dijual belikan boleh,” jelasnya.

“Soal kembang apinya tidak melanggar, tapi keberadaan WNA tanpa dokumen di Indonesia jelas melanggar,” pungkasnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: